Sayang di Pengabuan

“Kecewaku ini telah kupikirkan hingga masak. Mereka terbakar. Abunya mengabutkan percayaku yang selama ini kusajikan dengan hangat. Mungkin kamu lupa. Kamu pernah memberiku pemantiknya.”

Kamu terdiam. Mencerna perlahan bongkahan pahit yang baru saja kujejalkan ke dalam kepalamu. Matamu kosong menatapku, mencari jawaban yang paling layak kamu dapatkan. Dan aku perlahan menelusupkan belati di antara kata yang kupilih untuk berpisah. Ujungnya tak begitu lancip. Tak pula berkilat. Besinya telah berkarat.

Sayang, malam ini aku akan menemuimu di pengabuan.
Kedua sisi belati ini telah kulumuri percikan bisa serta beberapa tetes sitrus yang wanginya pernah kamu cium dari lehernya.

***

Banjarmasin, 1 Januari 2017

Advertisements

Jika

Tidak ada tempat untuk kita.

Karena dunia terlalu besar bagi jiwa kerdil kita yang memperTuhankan ‘jika’.

Mungkin hingga bumi diledakkan, kita hanyalah dua cemas yang saling merindu dan menunggu diam-diam.

***

Malang, 18 Maret 2017

Tun(t)as

window

Bayang wajahmu jatuh di kaca jendela
Patahan puisi berserak di sana-sini
Menumbuhkan tunas rindu di lembar-lembar cerita yang tuntas kukenang sendiri

***

Malang, 29 Juni 2017

Beku

rel

Sajak telah berjalan-jalan
Dari sapa di gerbong kereta
Turun ke genggaman tangan yang hangat
Dan berakhir pada rindu yang sengaja kau bekukan dalam kecupan

***

Malang, 13 Agustus 2017

Peretas

hujan

Lalu bagaimana aku mengadu lewat kata-kata?
Bahwa rinai hujan telah mencumbu rindu
pada kamu; pemburu cemburu
tempatku menyandar segala debar
hati yang meretas berjuta cemas

***

Malang, 17 November 2017

Kisah Sepasang Sepatuku

sepatu

Sebuah kasih sampai di perhentian

Jabat tangan bertukar kata selamat jalan.

Maka demikianlah

Kisah sepasang sepatuku

Tidak mengenal sampai jumpa

Tapi mengernai pilu

karena tak sanggup menghapus jejak yang dulu.

 

***

Malang, 7 Desember 2017

Sudah Rindu, Rindu Sudah?

bunga

Menyiram labu dalam pot bunga
Labu subur, buahnya merekah
Senyummu abadi dalam kepala
Jadi bagaimana rinduku ini bisa sudah?

***

Malang, 9 Desember 2017

Advertisements
%d bloggers like this: