Archive for the ‘ puisi ’ Category

Rahasia Jarak

Rumah akan tetap sama. Ia menghidangkan harapan dan kenangan yang siap dipanen kapan saja. Sudut-sudutnya tak jemu disesaki kesedihan. Bahkan cangkir tua masih melagukan kisah-kisah bijak penghangat jiwa.

Rumah akan tetap sama.
Ia selalu menunggu hati yang dipisah jarak;
menyeduh teh di sore yang kadang tak lagi jingga;
hingga seseorang kembali dengan bijak yang berlipat-lipat;
hingga pengembara kelelahan menanti jawaban atas ratusan tanya;
hingga pecinta pulang dan menidurkan rindu yang tak lagi sama.

Rumah akan tetap sama. Kita sama-sama terluka. Dalam jarak, hati memendam rahasia. Namun kita tak pernah sangka, betapa jarak lebih mampu mengungkap rahasia-rahasia.

Malang, 19 Mei 2018
18:53 WIB

Advertisements

His Story

I used to wipe away his tears,
but I am not the reasons he smiles.

He used to be my favorite present,
but destiny holds him away to become my past.

We used to have the blueprints of our future,
but now on, his stories will be a history.

***

Malang, May 6th 2018
06:47 WIB

Ruang Tunggu

Mulai terburu-buru
langkahmu mondar-mandir di ruang tunggu
Bibirmu mendendangkan sebait lagu
Mungkin tambah sebait lagi
Namun belum ada yang memanggil namamu.

Bait ketiga
kamu mulai lupa lagu yang mana
Pikiranmu disekap gelisah dan gulana
Namamu belum juga digema

Namun semesta mempertemukan mata kita
mereka mulai berkata-kata
Logikamu bimbang
Hatimu setimbang

Dan jemari kita mulai bergenggaman
Langkah-langkah ini mantap untuk pulang
Mungkin ruang tunggu itu bukan berarti pergi
tapi agar kita ingat untuk kembali

Malang, 4 Maret 2018
08:58 WIB

Foto diambil di Bandara Minangkabau, Padang, Sumatera Barat

Percuma

Di malam-malam berlumur risau
Aku pernah bersaksi bahwa tiada hati selain engkau

Mungkin hati ini sama
Tetapi yang kita lihat hanya percuma

Dan kututup malam dengan kopi berasa kecewa
pahitnya digelandang gerimis karena engkau tak kunjung menepi

Malang, 4 Maret 2018
20:05 WIB

Hanya

Aksara kita berlumur renjana
Senyum-senyum yang terabadikan tampak bukan sekadar saja

Mereka tak kan mengira
maka mari teruskan saja
kita sedang bermain hanya

Kamu hanya pura-pura suka
Aku hanya pura-pura bahagia

Malang, 28 Februari 2018
20:49 WIB

Koran Pagi Ini

Sunyi
Dingin
Teh melati

Wanginya mengingatkanku pada genggaman tangan yang pernah kau curi.

Dan koran pagi ini
bercerita tentang kisah yang tak akan kembali.

Aku tak pernah tahu
bahwa melupakanmu bisa sesusah ini.

Malang, 26 Februari 2018
04:56 WIB

Sayang di Pengabuan

“Kecewaku ini telah kupikirkan hingga masak. Mereka terbakar. Abunya mengabutkan percayaku yang selama ini kusajikan dengan hangat. Mungkin kamu lupa. Kamu pernah memberiku pemantiknya.”

Kamu terdiam. Mencerna perlahan bongkahan pahit yang baru saja kujejalkan ke dalam kepalamu. Matamu kosong menatapku, mencari jawaban yang paling layak kamu dapatkan. Dan aku perlahan menelusupkan belati di antara kata yang kupilih untuk berpisah. Ujungnya tak begitu lancip. Tak pula berkilat. Besinya telah berkarat.

Sayang, malam ini aku akan menemuimu di pengabuan.
Kedua sisi belati ini telah kulumuri percikan bisa serta beberapa tetes sitrus yang wanginya pernah kamu cium dari lehernya.

***

Banjarmasin, 1 Januari 2017

Advertisements
%d bloggers like this: