Archive for the ‘ puisi ’ Category

Mengingat Patah Hati

Ada cerita yang kutulis sepenuh hati,
sambil membayangkan kepingan-kepingan yang tak kunjung utuh.

Tahun lalu, kemarin, tak jua esok pagi.
Sepertinya nasib sekadar ingin mengulang-ulang pertemuan itu untuk menyiksa kita.
Ralat. Aku.

Dua potong kue, kelakar tanpa ujung, dan kamu.
Semuanya masih tersimpan di dalam folder tersendiri;
di kotak pandora yang sesekali kubuka jika ingin mengingat rasanya patah hati.

***

Balung, 25 September 2018

Advertisements

Pandawa Muksa

Malam hingar, namun Drupadi merenung sendiri di dalam kamar. Baru saja ia menolak ajakan Yudistira untuk turut berpesta merayakan kemenangan Pandawa dalam perang Kurukshetra. Drupadi sedang gusar. Satu-satu helai rambut berjatuhan dari sirkam usang di tangannya. Wajahnya tiada lagi berbinar. Ia berduka mengingat perang yang mengantarkan kelima anaknya direnggut maut di tangan Aswatama.

Teringat ia pada anak panah Arjuna yang melesat pada sebuah sayembara di kerajaan Panchala. Drupadi bahagia. Ia mengira Dewa telah mengabulkan doanya dengan tidak hanya memberikan satu suami mulia. Namun ‘istri kelima Pandawa’ bukanlah gelar yang indah disandang. Nyatanya harga Drupadi hanyalah sebatas putaran dadu Sengkuni dan Duryodana.

Drupadi adalah cinta yang berpindah hati dari hari ke hari. Sesungguhnya ia hanya ingin dicari, bukan mencari.

Tiba-tiba sinar bulan purnama berpendar dari celah kamar. Gelisah di hati Drupadi ambyar. Ia merasakan jari-jari yang ia kenal berusaha meraih-raih tubuhnya.

Ketukan musik semakin gaduh.
Cempala rancak ditabuh.
Drupadi merapikan rambut dan kain panjang, serta memoles gincu paling merah. Ia bersiap membuang semua resah demi lelaki sekian lama digandrunginya.

Kelir terbentang.
Keprak dan dodogan makin lantang.

Drupadi direnggut kasar dari kamar berkayu suren. Matanya silau terkena cahaya blencong di ujung layar.

“Lakon terakhir. Pandawa Muksa.”

Drupadi menatap nanar Sang Dalang.

Ah, iya. Cinta bukanlah hal wajar untuk seonggok wayang.

Rahasia Jarak

Rumah akan tetap sama. Ia menghidangkan harapan dan kenangan yang siap dipanen kapan saja. Sudut-sudutnya tak jemu disesaki kesedihan. Bahkan cangkir tua masih melagukan kisah-kisah bijak penghangat jiwa.

Rumah akan tetap sama.
Ia selalu menunggu hati yang dipisah jarak;
menyeduh teh di sore yang kadang tak lagi jingga;
hingga seseorang kembali dengan bijak yang berlipat-lipat;
hingga pengembara kelelahan menanti jawaban atas ratusan tanya;
hingga pecinta pulang dan menidurkan rindu yang tak lagi sama.

Rumah akan tetap sama. Kita sama-sama terluka. Dalam jarak, hati memendam rahasia. Namun kita tak pernah sangka, betapa jarak lebih mampu mengungkap rahasia-rahasia.

Malang, 19 Mei 2018
18:53 WIB

His Story

I used to wipe away his tears,
but I am not the reasons he smiles.

He used to be my favorite present,
but destiny holds him away to become my past.

We used to have the blueprints of our future,
but now on, his stories will be a history.

***

Malang, May 6th 2018
06:47 WIB

Ruang Tunggu

Mulai terburu-buru
langkahmu mondar-mandir di ruang tunggu
Bibirmu mendendangkan sebait lagu
Mungkin tambah sebait lagi
Namun belum ada yang memanggil namamu.

Bait ketiga
kamu mulai lupa lagu yang mana
Pikiranmu disekap gelisah dan gulana
Namamu belum juga digema

Namun semesta mempertemukan mata kita
mereka mulai berkata-kata
Logikamu bimbang
Hatimu setimbang

Dan jemari kita mulai bergenggaman
Langkah-langkah ini mantap untuk pulang
Mungkin ruang tunggu itu bukan berarti pergi
tapi agar kita ingat untuk kembali

Malang, 4 Maret 2018
08:58 WIB

Foto diambil di Bandara Minangkabau, Padang, Sumatera Barat

Percuma

Di malam-malam berlumur risau
Aku pernah bersaksi bahwa tiada hati selain engkau

Mungkin hati ini sama
Tetapi yang kita lihat hanya percuma

Dan kututup malam dengan kopi berasa kecewa
pahitnya digelandang gerimis karena engkau tak kunjung menepi

Malang, 4 Maret 2018
20:05 WIB

Hanya

Aksara kita berlumur renjana
Senyum-senyum yang terabadikan tampak bukan sekadar saja

Mereka tak kan mengira
maka mari teruskan saja
kita sedang bermain hanya

Kamu hanya pura-pura suka
Aku hanya pura-pura bahagia

Malang, 28 Februari 2018
20:49 WIB

Advertisements
%d bloggers like this: