Archive for the ‘ JejaKubikel ’ Category

Perempuan Tusuk Gigi

image

Dari creativespirited.com

Aku menyebutnya sebagai perempuan tusuk gigi. Mungil, ramping, dan berkulit kuning. Dalam kesederhanaan, ia adalah perempuan berotak tajam dan runcing. Begitu juga dengan kata-katanya. Kuberi tahu. Jika tidak hati-hati, ia bisa menusukmu. Membuat hatimu terluka dan berdarah-darah.

Aku menyebutnya sebagai perempuan tusuk gigi. Meskipun tajam dan runcing, tapi ia mudah ditaklukkan. Lihat saja. Betapa dia langsung jatuh padaku. Ia abdikan hidupnya sebagai seseorang yang bersedia mencongkel segala sesuatu yang terselip dan membuatku tidak nyaman. Ia mampu menyelesaikan ganjalan di sela tersempit dan tersulit. Aku menyayanginya. Aku bisa mengandalkannya.

Aku menyebutnya sebagai perempuan tusuk gigi. Kugunakan cintanya secara diam-diam dan tersembunyi. Dan tentu saja, sebuah tusuk gigi hanya bisa dipakai sekali.

***

Malang, 7th July 2013
• Untuk Jejak Kubikel.

Advertisements

Bukan Cinta Biasa

Seharusnya, aku bisa menjadi seseorang yang mengecup tanganmu nan hangat. Tanganmu takkan pernah kulepas, bahkan ketika engkau menyeberang jalan. Tanganmu takkan kubiarkan kesakitan, bahkan untuk sekedar memegang keranjang belanja yang dipenuhi ikan dan sayuran.

Seharusnya, aku bisa menjadi seseorang yang akan selalu memeluk tubuhmu ketika engkau menggigil kedinginan. Tanganku bersedia memijat kakimu semalaman agar engkau tidak merasa kelelahan. Akan kusiapkan segelas teh hangat atau air putih, demi memuaskan kerongkonganmu yang dahaga. Namamu adalah kata terindah yang bisa kusajikan pada Tuhan di setiap lantunan doa.

Seharusnya, di masa mendatang, aku bisa menjadi seorang anak dengan cinta yang luar biasa pada ibunya.

Seharusnya. Sebelum engkau memutuskan untuk menyerah dan mengembalikanku pada Sang Pencipta.

***

Afgan – Bukan Cinta Biasa
Kalabahi – Alor – NTT
February 5th 2013

Interupsi

Tubuh kami menyatu dalam hasrat yang sudah tak tertahankan. Kami tidak takut ketahuan. Suara-suara dari mulut kami teredam musik yang cukup kencang.

Kulit kami bersentuhan. Peluh nafsu bergesekan. Mulutku menganga, mendamba oksigen yang telah dibabat habis bagian tubuhku yang sekarang bekerja keras.

Isi kepalaku melayang. Pandanganku menggelap. Sedikit lagi. Kami akan segera bertukar cairan.

Tiba-tiba suara musik menghilang. Gerakan kami memelan, menyisakan erangan yang belum terpuaskan. Tidak mungkin. Bahan bakar mobil sudah penuh terisi.

“Asti! Anak kurang ajar! Kamu masih SMA!”

Kudorong tubuh Ardi ke samping. Kututupi payudaraku yang telanjang. Dengan nafas terengah-engah, kupandangi sosok murka Ayah yang berkacak pinggang.

“Lalu kenapa Ayah sering bercinta dengan teman-temanku yang juga masih SMA?”

* diposting untuk #111kata di Jejakubikel

Menanti Lamaran

Tiga hari lalu, pria itu datang. Pria dengan wajah teduh, senyum yang hangat, dan mata yang memberikan perlindungan dan rasa percaya.

Jantungku berdebar kencang seperti kuda pacu. Ia telah berjanji akan datang ke rumah. Melamarku secara khusus kepada seluruh keluarga. Sore ini, aku akan dipinangnya.

Tubuhku telah bersih dan wangi. Kukenakan baju terbaik yang kupunya serta sepasang sepatuku satu-satunya.

Pukul 15:37, pria karismatik itu datang. Dengan kalimat bijaksana, ia meyakinkanku dan keluargaku, bahwa kedatangannya adalah awal dari bahagia yang sesungguhnya.

Tak pernah aku segugup ini. Ada detak berirama yang baru ia letakkan ke balik kemejaku. Ia memelukku dan berbisik, “Pergilah ke tempat yang disepakati, Hasyim. Dan nikmati pernikahanmu, wahai Calon Pengantin.”

***

Kalabahi – Alor – NTT
January 20th 2013

Ketahuan

image

Aku mematut diri di depan cermin dan tersenyum. Pantas banyak orang tua yang menginginkan menantu seorang dokter. Karena siapapun akan menjelma jadi sosok yang gagah dengan jas sneli putih ini.

Seharusnya pasien sudah mulai berdatangan. Tetapi sudah satu setengah jam, belum ada juga yang mengetuk pintu. Aku berdiri dan mengintip dari balik tirai jendela. Sepi. Biasanya, perempuan-perempuan muda sudah berjejer di ruang tunggu. Tetapi sore ini, sepertinya aku yang harus menunggu.

Sebuah gedoran keras mengejutkanku dari lamunan. Dahiku berkerut. Tapi aku harus tetap tersenyum. Dengan santai, kubuka pintu ruang praktekku. Di depanku, berdiri tiga orang lelaki berseragam. Laki-laki terdepan mendekat dengan tiba-tiba. Kemudian memborgol tanganku.

Ups.

Rupanya praktek aborsiku sudah ketahuan.

***

Kalabahi – Alor – NTT
End of November, 2012

Meski Bumi Memanas

Wajahnya masam setiap kali aku membuang sampah sembarangan. Atau menggunakan tisu secara berlebihan. Atau ketika pendingin kamarku lupa dimatikan.

Perempuan yang dua minggu lagi menjadi istriku itu adalah aktivis go green. Dia selalu membawa kantong daur ulang sendiri. Bahkan tidak membiarkan kasir mencetak daftar belanjanya. Dengan alasan untuk mengurangi penggunaan kertas dan sebagainya.

Selama ini aku hanya tertawa melihat tingkahnya. Dan dia semakin gemas melihatku mengabaikan kata-katanya, “Kapan kamu mau peduli bahwa ketinggian air laut meningkat dengan cepat karena pemanasan global akibat ozon yang berlubang?”

Aku tersenyum dan menggenggam tangannya, “Untuk apa memusingkan lapisan ozon yang menipis dan berlubang jika aku terlalu panik memadamkan hati yang terbakar setiap kali kita berjumpa?”

***

Kalabahi – Alor – NTT
December 1st , 2012

Jam Empat Sore

image

Dua pasang mata itu selalu bertemu di jam empat sore. Hanya beberapa detik. Atau menit. Tetapi bahagianya meletup-letup sempurna hingga jam empat sore esok hari.

Sudah beberapa bulan, sejak Ambar pindah mengikuti orang tuanya ke kota ini, kedua pandangan itu saling mengirimkan cinta. Selalu ada panas yang menjalar dari pipi hingga hati. Tidak ada yang tahu, dan biarkan saja begitu.

Dua pasang mata itu selalu bertemu di jam empat sore. Tidak ada kata, hanya senyum yang berbicara. Hingga akhirnya Bisma tidak tahan lagi.

Sore ini, untuk pertama kali, Bisma memanggil Ambar yang bermain lompat tali dengan teman-teman SDnya. Lelaki itu mengajak Ambar menikmati sepiring ubi dan langit senja. Bertiga. Dengan istrinya.

Moru – Alor – NTT
End of November, 2012

%d bloggers like this: