Lampu Baca

Binar di wajahmu malam ini bahkan bulan ingin bersembunyi. Berulang kisah yang sama mengalir dari bibirmu, seakan ada skenario yang kau hafal sejak dulu.

Tentang ia yang memesona.

Tentang ia yang bijaksana.

Tentang ia yang layak mendapatkanmu seutuhnya.

Dan aku pun hafal adegan yang selanjutnya terjadi hingga dini hari nanti…

Kepalamu rebah di pangkuan. Wajahmu dilukis lebar senyuman.

Dan aku hanyalah lampu baca yang terbiarkan menyala di saat kamu sudah terlelap dan bermimpi indah tentangnya.

    • Me
    • August 7th, 2018

    Kau seperti itu kemarin, dua hari yang lalu, bahkan berminggu yang lalu.
    Terang mu sama, tanpa redup. Menjadi mu mungkin menyenangkan, lampu baca yang bersinar terang.
    Sebab aku harus menahan diri, mengulang-ulang kisah yang sama, agar jiwa ku tak redup.
    Membaca melulu bait-bait yang ku selalu kan itu.
    Sebab hanya ini yang tertinggal dari seseorang yang mungkin tak kan pernah pulang~
    …..
    Terimakasih untuk tulisan indah nya mbak.
    Salam dari jauh~

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: