Ibuku Cantik

Ibuku cantik jelita dan sering tertawa.
Ia senang berdendang riang, dan lagu-lagu keroncong atau Koes Ploes yang sering ia gumamkan.
Akhir-akhir ini, Ibu sering menanyakan cara bernyanyi sesuai irama
Tuk tuk tuk… kami bernyanyi sambil membuat ketukan bersama.
Lalu tawa pecah, Ibu lupa liriknya.
Kemudian Ibu memintaku menuliskan lirik lagu Widuri dari Broery Marantika.
“Untuk dinyanyikan di acara Prolanis,” begitu katanya.
Perlahan kugoreskan pena di atas kertas
berhati-hati sekali karena untuk menulis dengan bagus, jujur saja… aku sudah lupa caranya.
Ah, Broery… penyanyi favorit almarhum Bapak.

Ibuku dulu jarang bercerita atau menggoda.
Namun kini berbeda.
Ia gemar mengisahkan hari-harinya yang luar biasa.
Kemarin, Ibu menghadiri reuni alumni SMA almarhum bapak.
Ibuku bernyanyi, lagu zaman lawas tentu saja.
Dengan suara renyah, Ibu berkata, “Dulu Ibu sering duet dengan Bapakmu, karena dipaksa tentunya. Sekarang malah Ibu ikut keranjingan.”

Ibuku sangat kusayangi.
Jika kupunya sayap, aku tak akan lupa membawanya terbang tinggi ke angkasa.
Mungkin ada kalanya kami bersilang pendapat.
Tapi pelukan Ibuku tetap menjadikannya Ratu tercantik jelita sedunia.

(Sebagian kalimat diambil dari lirik lagu Ibuku Cantik – Maisha Kanna; Ost. Kulari Ke Pantai)

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: