Nun

whatsapp-image-2016-11-21-at-20-48-39

 

“Nun. Wal qalaami wamaa yasthuruun.”

Konon, Allah lebih dulu menciptakan Al-Qalam sebelum Ia menciptakan semesta. Allah berfirman padanya, “Tulislah!” Dan Al-Qalam bertanya, “Apa yang harus aku tulis?”

“Tulislah segala sesuatu yang akan terjadi, atau segala sesuatu yang akan ada, dari amal perbuatan, atau rezeki, atau jejak, atau ajal.”

Dan manusia adalah pengikut Al-Qalam berikutnya. Dari hatinya yang membaca semesta, manusia akan menulis takdirnya sendiri.

Manusia dapat memilih pada apa ia menaruh amarah, ke mana ia meletakkan tujuan, dan pada siapa ia menaruh rindu serta percaya.

Dengan pena bermata ilmu dan pengetahuan yang diyakini, manusia akan menggubah cerita-cerita, ide serta risalah tentang rahasia, ledakan dahsyat atau kepiluan, menjadikannya abadi dalam sebuah tulisan, atau sesederhana takdir.

Maka manusia dapat menorehkan ujung-ujung pena di jalan kebaikan, atau menusukan mata pena ke jantungnya sendiri.

“Nun. Demi pena dan apa yang dituliskan.”
(QS Al Qalam, ayat 1)

Advertisements
  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: