Membaca

15094990_10210128729547047_2747612973354932354_n

Sesungguhnya tidak sesederhana membaca barisan abjad dan aksara. Allah tidak memerintahkan Rasul yang buta huruf untuk mengeja saat Ia menurunkan ayat pertama.

Allah meminta Rasul dan umatnya untuk ‘membaca’.
Menganalisis situasi. Mengartikan pertanda. Mengambil hikmah.

Seringkali kita melihat tapi tidak memerhatikan. Mendengar tapi tidak mendengarkan. Mengetahui tapi tidak memahami.

Bahwa ada kekecewaan besar pada diamnya orang yang cerewet bukan main.
Atau terselip kekhawatiran dan ketakutan di unggahan media sosial seseorang yang mendadak berubah.
Dan ada rindu untuk memeluk pada kalimat, “Yang penting kamu sehat,” yang diucapkan seorang ibu pada putra-putrinya.

Membaca berarti meramu informasi yang diterima semua indera, termasuk hati, agar dapat memerhatikan, mendengarkan, memahami. Termasuk pada semua pesan subliminal yang betebaran di media massa dan media sosial akhir-akhir ini.

Mungkin kelak… jika sudah mampu ‘membaca’, kita akan lebih berhati-hati dan membagikan ‘bacaan’, untuk siapa dan di mana.

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: