Rindu Peniru

WhatsApp Image 2016-08-05 at 13.21.09

Bapak dan Ibu adalah dua kutub yang berbeda.

Bapak orangnya hangat dan gemar menunjukkan perasaan. Sebentar-sebentar meluk. Sebentar-sebentar cium. Sedangkan Ibu lebih dingin, cenderung diam dan menyembunyikan perasaan. Kalo anaknya senderan atau rebahan di pangkuannya, she did nothing.

Bapak lebih toleran pada nilai-nilai anaknya yang buruk ketika Ibu sangat disiplin dan menginginkan anak-anaknya belajar dengan baik.

Bapak lebih sering mengungkapkan kekhawatiran pada anak-anaknya. Setiap mbakku ke luar negeri, beliau tidak akan tidur sampai mendengar kabar bahwa mbakku sampai dengan selamat. Ketika aku PTT, Bapak tidak akan tenang jika tidak mendengar suaraku setiap hari. Dan Ibu selalu menjadi obat penenang Bapak. Ibu lebih rasional, meyakinkan Bapak bahwa kami berdua (aku dan mbakku) akan baik-baik saja. Dan kami berdua pun sudah hapal bahwa Bapak sedemikian melankolis. Sebagai pereda galau, kami selalu berusaha ‘ndisiki’ menghubungi beliau sesering mungkin.

Bapak suka nyanyi dan dansa. Ibu adalah perempuan kaku yang sering ngambek setiap kecentilan Bapak muncul. Akan memakan banyak waktu saat Bapak merayu Ibu untuk karaoke atau berdansa di sebuah acara. Hingga akhirnya Bapak lebih sering mengalah dan menjadikan putri-putrinya sebagai korban.

Mungkin benar bahwa kehilangan membuat seseorang lebih tau caranya mengenang. Setiap kepulanganku, selalu ada cerita tentang kenangan-kenangan Bapak… Segala hal tentang Bapak sebagai suami, kekasih dan bapak. Semua itu dikisahkan Ibu secara berulang-ulang hingga kami hapal di luar kepala.

Dan mungkin rindu membuat seseorang menjadi peniru. Ibu masih kaku, tapi sudah melunak. Kalo anaknya ndusel, tangannya mulai sibuk membelai. Dan beberapa hari lalu, Ibu bercerita lewat telepon, “Tadi Ibu nyanyi di acara reuni.”

 ***

Malang, 31 Juli 2016

 

  1. hiks….

  2. Ahhh hiks terharuu

  3. Suka dengan cara ibu mengekspresikan kerinduannya dan betapa kerennya bapak bisa meninggalkan kenangan yang baik untuk mengobati rindu ibu… salut 😊

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: