Merindukan Purnama

Aku buta. Sejak lama. Anggap saja begitu. Mungkin engkau tak percaya. Namun seseorang pernah menumpahkan lahar di kedua mataku. Dulu. Ketika aku tahu rasanya jatuh cinta.

Sejak saat itu, gelap adalah tempat ternyaman. Kepalaku tak lagi butuh tudung yang mengganggu. Mataku tak perlu memicing pada cahaya menyilaukan. Jalanku tidak lagi diikuti bayang-bayang. Dalam gelap, mataku lebih bisa terbuka. Aku adalah diriku sendiri.

Namun kemarin dulu, ada ceritamu menelusup di telingaku, mengisahkan warna-warni lembut yang pernah kutahu. Sentuhmu bersahaja. Kamu adalah binar sederhana, memendar samar… membuatku berani kembali membuka mata.

Dan cintaku kembali tumbuh kala aku bisa melihat purnama di kedua matamu.

***

Malang, 31 Agustus 2015

    • ara
    • September 8th, 2015

    kasih “sayang”

  1. keren tulisan tulisannya

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: