Aku Tak Pernah Membenci Hujan Sebesar Ini

P_20150206_155044_NT_20150306231331184

Semasa kecil, rintik-rintik hujan adalah nyanyian pengundang belasan pasang kaki telanjang untuk menari dan berdendang. Tangan-tangan mungil menabuh genderang. Di bawah hujan, kami mengumandangkan perang dalam riang.

Hingga sore itu datang, bergandengan tangan dengan runtuhnya hujan. Sepasang katak bercinta, seekor capung berayun di antara ilalang. Sedangkan engkau berdiri dengan air mata tergenang.

“Selamat tinggal,” begitu kau bilang.

Dan aku tak pernah membenci hujan sebesar ini.

Pada rinai dahsyat yang berkabut, ia telah membawamu pergi

tanpa mengenal kata kembali.

***

Malang, 6 Maret 2015

    • asdar
    • March 7th, 2015

    paling benci hujan tuh kalo hujan turun pas lagi keluar padahal motornya baru selesai dicuci bersih2, tapi bencinya ndak sebesar ini sih

  1. Kak, kembali, kak!

  2. apalah yang lebih tabah dari dedaunan yang dihujami sekawanan hujan

  3. MiQHNuR suka hujan. coba deh baca post MiQHNuR tentang hujan. bagus kok. hehehe…
    mampir balik yoo!!!

    • syaifulibnu
    • April 2nd, 2015

    Keren ini, hujan itu bisa jadi teman yang menyenangkan dan menyebalkan

    • menyebalkan buat anak kos :p

      Terima kasih sudah membaca, ya ^^

        • syaifulibnu
        • May 25th, 2015

        hehehe. hati hati sebal bisa jadi suka xD
        sama sama kak

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: