Kandas

Prompt 71

Aku tidak pernah melewati jalan ini sebelumnya. Gelap. Pengap. Licin. Teman-temanku yang lain tertinggal jauh. Aku sendirian.

Sesekali aku menoleh ke belakang. Rasanya aku sempat mendengar beberapa pekik kesakitan di sana. Seperti ada pembantaian besar-besaran. Sayup kudengar mereka berteriak, “Jangan menyerah, John! Kamu harus berjuang!”

Berjuang? Aku bahkan tidak mengerti harus berjuang untuk apa. Tidak pernah ada yang memberitahuku sebelumnya untuk apa aku di sini dan bagaimana caranya melaksanakan untuk-apa-aku-di-sini. Aku hanya mengikuti insting.

Maka aku terus bergerak tanpa henti. Menyusuri lorong gelap yang mulai berkelok, menyeimbangkan tubuh dengan arah gerak rerumputan halus yang ada di situ. Sepi dan sendiri.

Tiba-tiba tubuhku menabrak sesuatu yang tak pernah kutahu sebelumnya. Seseorang, lebih tepatnya. Cantik. Ia tersenyum. Seakan-akan ia memang sengaja menungguku.

Aku mendekat, menyentuh tubuhnya yang bulat. Dan segera ia membiarkanku menyusup ke peluknya.

Aku tidak tahu menahu, tapi rasanya ini adalah tujuan yang tepat. Karena dari kejauhan, aku mendengar jutaan hantu rekan-rekanku mengumandangkan kemenangan.

***

Seorang perempuan muda meringkuk di lorong sekolah. Rambutnya semrawut. Sedangkan di sampingnya berdiri seorang remaja pria. Ia ketakutan. Ia berkata, “Aku masih ingin sekolah.” Dan keping bergaris dua itu dilemparnya ke tong sampah.

***

Malang, 18 November 2014

Beda jauh sama gambar prompt ahahaha

*digetok admin*

    • latree
    • November 19th, 2014

    si john ini sperma bukan? >.<

  1. kasihan…..

  2. ngg… bentar. emang mungkin ya, si John digambarkan baru ketemu “si cantik”, tapi udah langsung bisa muncul garis dua?😐

    • Timeline memang sengaja dikaburkan. Ada paradox, tapi mungkin ya… Hehehe

  3. kalau tak ada komen diatasnya, saya mungkin gak akan mudeng dgn cerita ini. Tapi ceritanya bagus banget…🙂

    • Hehehe kurang clue berarti T.T
      Makasih sudah mampir, Mbak :”)

  4. Bu Dokteeeerrrrrr…. -___-“

  5. ndak mudeng mbe “keping bergaris dua”, janin ?

  6. kasian, padahal si john nya seneng ketemu si cantik itu

  7. Nooooiii…
    hihihihi *mbulet bgt komenku*

  8. Suka dehh kisahh perjalanan analogi ini..
    yah elah dek masih sekolah jangan berdua-duaan makanyahh😄
    keren Mbak

    • Kan pengin nyobain juga, Kakanonaaa…
      Makasih Mbak Ajen udah mampir :”)

  9. Keberhasilan John malah gk diharapkan ya mbak. Kasihan.

  10. pengen sekolah apa pengen beduaan,dek?😀

  11. Perjalanan khusus ini mah mba naga kecil

    • Hehehehe iya ^^
      Terima kasih sudah mampiiir

      • baru ngeh judul blog mba. hehehe.
        jadi ingat film serial silat dulu

      • Ahahaha iya… kan yg punya blog ini si Bibi Lung #digetok

      • ooo Bibi di sini ternyata selama ini. *oot*

  12. Penyebutan nama ‘John’ dan ‘seseorang’ itu mengecoh pembaca. Kirain orang beneran..🙂

  13. lamaa nggak baca tulisan mbak nina :*

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: