Si Pembawa Pesan

Prompt 62

Baru saja aku bergegas menuju kantor ketika kucing itu tiba-tiba berjalan ke arahku. Ia menatapku lurus dengan mata hijaunya. Oh, tidak! Apa yang sudah kulakukan?

Aku tahu Crayon tak pernah suka padaku. Pernah aku digigitnya tanpa alasan hingga menyisakan luka yang terinfeksi selama beberapa hari. Mungkin gara-gara aku mencuci tempat makannya meski masih ada sisa di sana. Atau secara tidak sengaja menendang mangkuk susunya hingga habis tak bersisa. Atau mungkin juga… karena aku pernah menginjak ekornya dengan high heelsku. Tidak sengaja, tentu saja! Tapi dari dulu, aku dan Crayon tidak pernah akur.

Dengan panik, aku membuka pintu mobil. Kenapa kucing galak itu ada di sini, sih? Bukankah rumah pemiliknya jauh dari sini? Ah… Perutku mulas mengingat pemilik kucing abu-abu itu. Sudah hampir sebulan ia menghilang, namun pagi ini malah kucingnya yang datang. Kepalaku berputar-putar, berusaha mencari petunjuk. Namun tatapan Crayon semakin membangkitkan bulu kuduk.

Tiba-tiba aku melihat sesuatu yang putih di leher kucing tadi. Memang Crayon punya kalung nama. Tapi bukan warna putih seperti itu.

Aku mendekat perlahan. Crayon duduk dengan tenang. Kurendahkan tubuh dan meraih tubuh Crayon dengan tanganku. Tak seperti biasanya, kali ini Crayon mengeong dengan manja. Ia membiarkan kulitku menyentuh rambut halusnya. Tanganku mengelus lehernya hingga jemariku menyentuh secarik kertas.

Tubuhku bergetar saat membaca tulisan di kertas itu. Kepalaku menengadah. Mataku menemukan ayah Crayon. Serta merta tubuhku melompat ke dalam pelukannya. Perlahan kumasukkan kertas mungil tadi ke dalam saku. Crayon memalingkan muka dan mengeong pelan. Seakan menyesal telah turut menjadi pembawa pesan paling manis sedunia.

“Would you marry my daddy?”

***

Malang, September 22nd 2014

    • Sk Nadir
    • September 22nd, 2014

    aku juga pingin bisa bahasa kucing …

    • A. A. Muizz
    • September 22nd, 2014

    Suit…suit…😉

  1. So sweet.. (♥﹏♥)

  2. cieeeee…. dilamar😀

  3. aaaakkk… suka! *uwel-uwel si Crayon* :3

  4. crayon pasti kucing sirkus yang sudah terlatih. :p | oh ya, kalo si cewek ini melihat ‘ayah crayon’ langsung melompat memeluk, artinya mereka ada hubungan spesial kan? kok bisa nggak tahu dia ke mana padahal udah sebulan ‘menghilang’? dan kesan pertama saat membaca kalimat “Bukankah rumah pemiliknya jauh dari sini?” seakan si cewek cuma tetanggaan sama ‘ayah crayon’.🙂

  5. Bagaimanapun, maniiiiis banget🙂 ah, mbak nina, bikin akyu menerawang jauh :p

  6. Siapa yang bisa nolak kalau dilamar pake kucing manis. *elus-elus crayon*

    • Asdar
    • September 23rd, 2014

    ^_^

    #tetiba pengen punya kucing#

  7. Waaa jadi mama tiri mpus

  8. aw…aw…aw…. co cwiiiit

  9. aiihh…. so sweetnya… Crayon, Crayon, sini deh…😀

  10. uhuy… uhuy…
    tapi karena namanya Crayon jadi ingetnya Sinchan lagi joged pantat *aish…*

  11. ayahnya crayon tuh maksudnya pemiliknya crayon, ea? orang yg ditaksir si Aku?

  12. Baca 2x baru ngeh=).pertanyaaan idem bang riga

  13. Hahahaha😀 ada rumusnya bro, nama rumusnya adalah aritmetika bahasa kucing😀

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: