Akhir Cinta Diam-diam

Pukul lima pagi.

Lelaki itu memang selalu datang sepagi ini. Setelah meletakkan tas ransel, ia berjalan di lorong bangsal sambil menggenggam stetoskop hitam. Di depan pasien, ia tak pernah kehilangan senyumnya yang cerah, membuat matahari merasa tersinggung karena sinarnya terkalahkan.

Satu jam berlalu. Akhirnya lelaki itu selesai memeriksa semua pasien dan berjalan ke arahku. Ke meja di depanku, tepatnya. Ia menggeser tumpukan status pasien ke hadapannya dan mulai menulis instruksi baru di dalamnya.

Ya Tuhan… Aku selalu suka saat-saat seperti ini. Saat aku bisa leluasa mengagumi gerakan tangannya, bahunya, rambutnya…

Ups.

Lelaki itu mendongakkan kepala. Mata kami beradu. Rupanya cinta diam-diamku sudah sampai di batas waktu.

***

“Ngeliatin apaan, Dit?” tanya Rio.

“Hah? Enggak liat apa-apa, kok!”

Buru-buru kutundukkan kepala dan mulai kembali sibuk menulis.

Perlahan kuraba logam keperakan di jari manisku. Aku tak ingin membuat Rio terkejut. Biar aku saja yang tahu, bahwa ada perempuan berbaju putih dan berambut panjang yang melayang di samping pintu. Dan selalu menebar senyum padaku.

***

Malang, February 15th 2014

  • #FF161Kata yang – sekali lagi – terlambat T_T
  1. apa hubungannya “logam keperakan di jari manis sama “perempuan melayang di samping pintu”? #GaMudeng

  2. oh.. gak ada hubungannya ya? saya kira ada.😀 ihh.. serem deh dibaca malam- malam.😀

    • Enggak ada. Itu cuma mau nunjukin di dokter sudah menikah. Tapi ndak berhubungan dengan cerita kok :p
      Makasih sudah baca yah ^^

  3. Jiahaha… matahari aja tersinggung

  4. Plus, cerita di awal yang kurang nyambung-atau sengaja sebagai pengecoh?- dengan bagian berikutnya.

  5. Gaaah… kirain cuma antara manusia-manusia, ada makhluk lain juga toh X))
    Keep on writing, kak! Salam kenal (:

  6. re-read 3 kali baru ngerti sama ceritanya :))

  7. agak terkejut dgn akhir ceritanya “perempuan berambut panjang dan melayang” itu sejenis hantu?
    overall udah cukup bagus dan menarik tulisannya

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: