Liebster Blog Award 2014

wpid-20140109-060812

Ini adalah posting berantai yang merupakan perpanjangan dari postingan Putri mengenai Liebster Blog Award 2014. Dan ini pertama kalinya pula saya menjawab tulisan macam bilbo Friendster ahahaha. Karena sepertinya pertanyaan-pertanyaan yang dilempar dr. Putri menarik, jadi saya ikutan. CKD ~ cekidot.

1. Genre apa yang paling kamu benci untuk dibaca? Pokoknya yang nggak cocok, aja.

Buku itu sama seperti makanan. Dan buat saya, makanan cuma ada dua. Enak dan enak banget. Enggak ada yang saya benci. Semua suka. Namun ada beberapa ‘makanan’ yang hanya dimakan di waktu-waktu khusus. Misal: benar-benar senggang, sedang tidak terbebani apapun, dan benar-benar ingin makan. Sastra adalah salah satunya. Saya bukan orang yang terlalu peka pada metafora atau analogi. Suka, tapi akan butuh energi ekstra ketika mengunyah dan menelan ‘makanan’ tipe ini.

Btw, textbook sepertinya termasuk dalam tipe ini ._____.

2. Mirip pertanyaan pertama, tapi kali ini genre apa yang paling kamu benci untuk ditulis? Bahkan mencoba aja males.

Again, tulisan adalah makanan yang kita masak. Kategorinya ada yang basic hingga advance. Meracik masakan-masakan itu bukan perkara bisa atau enggak bisa. Tapi mau latihan atau enggak. Dan tulisan yang bahkan mencari bahan-bahannya saja sudah malas adalah horor, komedi dan percintaan remaja. Saya susah menulis horor karena wajah saya sudah cukup horor, saya susah menulis komedi karena hidup saya sudah cukup untuk jadi bahan tertawaan, dan saya tidak cukup puas dengan kisah percintaan di masa remaja.

3. Apa kekurangan diri kamu yang paling besar dalam hal membaca?

Malas.

4. Apa kekurangan diri kamu yang paling besar dalam hal menulis?

Malas. Apa lagi, coba? .__.

5. Apa judul buku paling liar yang pernah kamu baca? Tentang apa?

Judul paling liar? Sepertinya tidak ada judul bacaan saya yang seperti ini. Ehm… Goldman’s Cecil Medicine termasuk? *dikeplak textbook* Tapi buku pertama yang saya anggap cukup mengagetkan adalah She Went All The Way milik Meg Cabot. Dan buku-buku Harlequin. Tapi sebenarnya, sih, biasa aja. Yang bikin ngilu itu malah A Child Called It.

6. Apakah kamu menggolongkan dirimu sendiri sebagai alien, dengan minat dan pemikiran dalam hal baca tulis yang suka nggak nyambung sama orang lain? Dan mengapa?

Sebagian besar tulisan saya bersumber dari pemikiran atau perenungan, baik dari pengalaman pribadi maupun pengalaman orang lain. Hal-hal absurd mungkin sesekali. Tapi selama ini saya berusaha menyampaikan isi pikiran dengan baik sehingga pembaca bisa menerima setidaknya 80% dari ide-ide saya. Jadi, apakah saya termasuk alien? Rasanya tidak. Saya manusia biasa.

7. Kamu diberi 2 pilihan: menulis buku yang diterbitkan penerbit mayor ATAU menulis buku sesuai idealisme kalian. Pilih mana, dan kenapa?

Saya pernah melewatkan kesempatan besar untuk menerbitkan buku di penerbit mayor meski sudah dibebaskan menulis tentang apa saja. Dan saya kecewa dengan diri sendiri. Jadi untuk pertanyaan ini, saya no comment *pake kacamata item*.

8. Kalau kamu diminta mendeskripsikan kriteria pembaca yang baik dalam 5 kata, apa jawabanmu?

Pembaca sebaiknya ‘mandiri’ ketika menikmati sajian orang lain, tidak terikat pada idealisme atau paham apapun agar bisa ikut memahami tanpa riwil terlebih dulu. Pembaca juga sebaiknya ‘sabar’ meniti kata dan kalimat yang mungkin membingungkan atau sama sekali asing hingga mampu menemukan jawaban dari dalamnya. Saya pernah tahu ada sebuah paham bahwa, “Hidup terlalu singkat untuk membaca tulisan yang buruk.” Saya pribadi kurang setuju, karena ‘komitmen’ sangat penting dalam menyelesaikan bacaan dari awal hingga akhir. Setelah menyelesaikan bacaan, pembaca sebaiknya ‘obyektif’ dalam menilai apa yang telah ia sarikan dari sebuah bacaan. Jangan lupa untuk ‘bersyukur’, karena melewati satu buku/bacaan adalah pengalaman baru. Baik pengalaman yang menyenangkan atau memilukan hingga tidak ingin mengulanginya lagi.

9. Kalau kamu diminta mendeskripsikan kriteria penulis yang baik dalam 5 kata, apa jawabanmu?

Sama dengan nomor 8. Karena sejatinya menulis adalah membaca (kembali)

10. Bentuk tulisan macam apa yang paling nyaman kamu kerjakan? Maksudnya, apakah cerpen, puisi, FF, novel, opini, liputan, review, dll.

Sementara ini cerita pendek, FF dan tulisan nonfiksi. Yang jelas tulisan-tulisan ringan yang tidak memerlukan banyak waktu dan pikiran dalam membuatnya.

Akhirnya lunas juga utang tulisannya yang ini. Sepertinya seru untuk dilempar kembali. Cuma masalahnya, siapa yang belum kebagian pertanyaan dari Liebster Blog Award 2014, nih? Sepertinya udah pada dicolek bloger setimeline .___.

***

Malang, January 12th 2014

  1. saya bakalan kebingungan kalau kena lempar😀

    *pede banget*

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: