Es Krim yang Meleleh di Sela Jariku

Bagaimana jika ada seseorang tak dikenal yang tiba-tiba datang dan berkata, “Aku mencintaimu.”?

Bingung? Itulah yang kurasakan saat ini. ketika ada seorang perempuan duduk di depanku. Tubuhnya dicondongkan padaku dengan kedua tangan memeluk sisi sebuah mangkuk es krim tiga rasa yang mulai mencair di sela jemarinya. Namun ia tidak peduli. Ia menahanku dengan pandangan matanya. Mata yang sangat kukenal.

“Saya pergi saja jika tidak ada yang harus dibicarakan,” ujarku yang mulai jengah dengan kerikuhan di antara kami berdua.

“Tidak bisa! Tidak boleh! Kamu harus menerimaku!” sanggahnya.

Hah?

“Apa maksudmu?”

“Karena… Karena itu yang aku tahu sejak membuka mata enam bulan yang lalu.”

Hujan di luar sana. Dingin. Tapi aku terpaksa menyesap sesendok lelehan es krim untuk meredakan kegamamanku sore ini.

“Begini. Saya enggak punya banyak waktu. Saya juga enggak kenal sama kamu. langsung ke intinya saja, bisa?”

Perempuan manis ini mengangkat kepalanya. “Ndak kenal? Yakin? Entah mengapa, rasanya aku sudah mengenalmu cukup lama. Bahkan kedua mataku seakan mengetahui sesuatu saat melihatmu. Kupikir itu pertama kalinya kita bertemu. Tapi hatiku tidak bilang begitu.”

“Aduh, Mbak. Saya enggak punya waktu buat main tebak-tebakan.”

Ia tersenyum dan kembali memenjaraku di dalam bola matanya yang seperti ingin menyuarakan sesuatu. “Aku tidak memintamu untuk menebak. Aku hanya ingin kamu mengingat,” ujarnya.

“Mengingat apa?”

Tapi dia diam saja. Pasti ada yang salah dengan perempuan ini. Mengapa dia bisa begitu yakin bahwa kami pernah saling mengenal? Terlebih lagi, dia bahkan berani menyatakan cinta. Perempuan ini pasti gila.

Namun pernahkah kalian mengalami, kadang-kadang otak manusia bekerja lebih cepat di saat mereka terperangkap dalam kondisi yang membingungkan? Ya. Seperti aku sekarang. Memandang ke dalam pantulan jernih di kedua bola matanya, perlahan aku merasa pernah mengenal perempuan berambut ikal ini dengan senyumnya yang bersahaja. Seperti perasaan dingin semangkuk es krim yang meredakan emosi berselimut gerah.

Namun aku juga mengingat pernah tidak beruntung. Cinta itu meleleh melalui sela-sela jariku. Beralasan bahwa rasanya tak lagi membuatku berselera, aku pergi dan berlalu. Menyisakan sebuah penyesalan yang berurai darah dan berlumur air mata. Meskipun kumasukkan es krim itu ke kulkas dengan tergesa-gesa, rasanya takkan lagi sama.

Hujan di luar sana. Dingin. Tapi ingatanku pada sebuah sore yang membuatku tak ingin melewatkan hari ini dengan es krim yang hanya meleleh di sela jariku.

Pernah ada perempuan yang memintaku mengantarnya ke sebuah yayasan cangkok kornea sebelum ia meninggal enam bulan lalu. Dan hatiku mengingatnya… Sepasang mata di depanku ini pernah dimiliki mendiang kekasihku dulu.

***

Sebenarnya flashfiction ini mau diikutsertakan di MFF Idol. Tapi cupu ahahaha xD

    • junioranger
    • December 16th, 2013

    Yang meninggal cwek kan? harusnya Almarhumah. Hehe

    • Untung ndak diikutkan. Ahahaha
      Makasih ya ^^

        • junioranger
        • December 16th, 2013

        Overall Tetep keren. Kyak cerita2 eftivi. Hihi

      • Bhahahaks… kukirim ke SCTV aja apa ya :p

        Tengkyu, Junio :”)

        • junioranger
        • December 16th, 2013

        Hahay bisa jdi

    • A. A. Muizz
    • December 16th, 2013

    Tapi keren.

    • fatwaningrum
    • December 16th, 2013

    Aish aish, klo yg ini yg yg diikutkan aq akan gamang, satunya romantiss satunya absurd. Sama2 keyen, lagi😀

    • Aduh. Boleh nyesel, ndak? #eaaaa

      Makasih, Mbak Na… Mudah2an es krimnya ndak leleh :”)

  1. saya lebih suka yang ini daripada yang cerita hantu.

    *biar yang punya cerita tambah nyesel nggak ngikutin yang ini*
    😀

    • HIKS!

      Niatnya mau keluar dari zona nyaman (cinta2an mellow drama). Tapi ndak bakat ternyata ihihihi

      Makasih, Bang :”)

  2. aku lebih suka cerita ini drpd hantu bola mata itu. Cerita ini membuatku meleleh ..

    • *pura2 ndak baca komen ini biar ndak nyesel*
      T.T

      makasih sudah mampir, Mak Lianny :*

    • Indah
    • December 16th, 2013

    Setuju banget. Cerita ini lebih keren dari yang err.. hantu bola mata?

    • Wah… lain kali harus setia di genre sendiri aja kali ya ihihihi…
      Makasih Mbak Indah :*

  3. tapi apik..

  4. nah~
    ketemu cinta2 an lagi akhirnya😀

  5. semoga Nina nggak nyalahin aku karena nyuruh dia ganti cerita…. *berdoa yang lama*😉

    • Kita ndak pernah tau apa yang ada di benak jaksa penuntut, Bang. Tetep aja serem kalo ini yg dikirim x)))

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: