Sementara Itu…

RU-Author-Nina

Pagelaran MFF Idol sudah berakhir. Selamat buat Sulung Lahitani. Saya lega, akhirnya yang menang adalah orang yang benar-benar pantas. Kalo saya yang menang, nanti malah jadi diragukan kredibilitas MFFnya ahahaha…

Sebelumnya, saya mau cerita sedikit tentang MFF Idol ini. Ketika babak audisi berlangsung, jujur saja, saya ndak ada harapan apapun ketika mengirimkan naskah 100 katanya. Bahkan selain titel The Author, saya ndak ngerti kalo MFF Idol ada hadiahnya ahahaha. Satu-satunya motivasi saya ikut MFF Idol adalah karena saya ingin refreshing setelah menempuh ujian masuk residen yang bikin stres.

Karena atas dasar ‘lari dari keseteresan’, maka saya benar-benar enggak nyangka bisa sampai final. Apalagi ketika awal November, senior menginstruksikan bahwa pertengahan bulan sudah harus ‘stand by‘. Dan sebenernya, di pertengahan November itu pula saya sempat nulis surat pengunduran diri dari MFF Idol (serius ini… Draftnya masih ada di folder khusus untuk MFF Idol), karena rasanya enggak sanggup nulis rutin dengan aktivitas yang naudzubillah.

Tapi kembali lagi, apa yang saya awali, harus dikerjakan sampai akhir. Meski belakangan, saya kepontalan ngatur jadwal nulis karena hampir setiap waktu di RS yang sama sekali enggak bisa disambi nulis. Mungkin beberapa orang menganggap saya mengeluh. Bisa jadi gitu. Saya ngerti rasanya nunggu draft dari orang itu enggak enak. Tapi membuat orang terburu-buru itu lebih enggak enak. Apalagi saya ngerjainnya selalu mepet DL, kesannya jadi nggampangin banget dan ndak serius. *sedih*

Berulang kali saya berharap untuk tereliminasi. Tapi ternyata malah sampe final. Entah ini berkah atau musibah, tapi saya merasa bersalah. Karena saya merasa, membuat FF cuma sekadar asal jadi. Dan saya pun merasa, tiga FF untuk final ini sepertinya enggak maksimal. Sebenarnya saya enggak mau kaya’ gini. Masa’ final kok finalisnya memble. Saya mohon maaf jika FF yang saya buat ndak layak tampil di final *membungkukkan badan sambil nangis*.

Tapi terlepas dari kendala-kendala tadi, saya senang dan bangga bisa menjadi bagian dari MFF Idol. Meski perkembangan nulis saya enggak ‘lumintu’ seperti yang lain, tapi prompt-promptnya membuat saya benar-benar mikir (selama ini asal nulis aja soalnya :p ). Dan hal yang membuat saya puas adalah ternyata saya mampu menyelesaikan semuanya hingga akhir. Terima kasih semuanya ^^

Terima kasih untuk juri tercinta – Mbak Carol, Mbak La dan Mbak Isti – yang ndak bosen baca ide-ide saya yang biasa dan sederhana, dengan keterbatasan diksi, atau logika yang sering patah. Terima kasih untuk Bang Ariga, mentorku yang kece dan bersedia diburu-buru dengan email yang bejibuuun dalam dua hari. Maaf karena ternyata hasilnya mengecewakan, ya… Hiks. Terima kasih untuk para The Writers yang keren mampus. Terima kasih untuk para The Readers yang nyempetin ngikut drama MFF Idol setiap minggu. Terima kasih buat Host Harry yang selalu bisa ngasih prompt2 ngeritingin-otak-able ahahaha.

Dengan segala bentuk kekeluargaan di grup MFF ini, saya merasa beruntung beberapa bulan lalu memutuskan daftar di MFF, sehingga bisa berkenalan dengan teman-teman penulis yang hebat. Terima kasih untuk kesempatannya. Mohon maaf jika ada komentar atau postingan yang tidak mengenakkan ya…

So… This is my last project. Berakhirnya MFF Idol, berarti berakhir pula aktivitas menulis saya. Semoga untuk sementara. Setidaknya sampai masa junior residensi ini berakhir (sekitar setahun lagi ehehehe…) Keep in touch, yah. Twitter sayah masih aktif, kok… buat nyampah ahahaha.

Peluk sayang buat semua.

Nuun wal qolami wamaa yasthuruun
Demi pena, dan apa yang dituliskannya

Wassalam

Love

Noichil.

  1. Aaak, Mbak Ninaaa. Saya beruntung bisa bertarung dg Mbak yang tangguh🙂

    • Ketangguhan yang semu bhahahaks…

      Selamat, Uda Sulung. You do deserve it :”)

  2. Mba Nina,salut.aku selalu suka kok FF&cerpen2mu..Masuk sampai ke grand final itu bukan kebetulan,tapi memang pantas.. Btw,beneran cuti nulis nh?huaa..

    • Sampai bisa menyesuaikan waktu, Mbak Dian. Soalnya kelimpungan banget T.T

      Makasih dukungannya, ya. Komen mbak Dian kemaren bener2 jadi tamparan buatku. Karena beberapa juga bilang gitu. Ternyata aku belum kenal gaya nulis sendiri hehehe *peluk*

    • fatwaningrum
    • December 16th, 2013

    Sediiiih T_T. Selamat bertugas budok, tetep sehat dan smgt yaaa :’). Nanti klo udah bisa nulis2 lagi jangan lupa sambang2 MFF, kalo skalian ngasi undangan juga ndakpapa *eh🙂

    • Pasti lah. Kalo ada acara seru lagi colek2 ya, Mbak :*

      Dan semoga aku bisa segera menyebar undangan :”)

  3. Budok, tulisan-tulisanmu aku suka banget. Selamat bertugas, jangan lupakan aku #eh. DItunggu tulisan2nya lagi ya😀

    • Tengkyu, Mak Lianny… tenang, aku bakal sering sowan ke MFF kok. Mudah2an bisa nyesuain ritme tugas sama hobi nulis. Tengkyu, Mak :”)

  4. gpp dok, tulisan njenengan juga bagus2 kok, berarti fokus dulu ya ke dunianya, sik penting masih bisa silaturahmi wae🙂

    • Iya, nih. Banyak yg harus dipelajari di kehidupan baru. Biar jadi dokter beneran ahahaha

      Makasih ya, Kak :”)

    • Indah
    • December 16th, 2013

    Mau vakum nulis dulu? Akh, bakal kangen tulisanmu, Nin. Tapi utamakan tugas aja dan sering-sering nyampah di twitter.😛

  5. aku suka gombalannya mbak Nina😀

  6. Sudah sampai grandfinal itu sesuatu banget Mbak. Maaf kmarin2 aku gak ngikutin banget ajang MFF Idol, tau dirimu jadi runner up juga baru aja. Semoga masih bisa terus menulis🙂 sukses

  1. January 28th, 2014

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: