Lingerie Merah

“Suamiku selingkuh.”

“Selingkuh?” tanyaku.

Vera mengangguk lemah, menyesap segelas piña colada dan mendesah. “Aku menemukan lingerie merah di koper yang dibawanya ke luar kota.”

“Mungkin itu hadiah untukmu, Ver,” ujarku.

“Enggak mungkin. Aku enggak suka pakai lingerie. Macam pelacur saja.”

Aku terkejut mendengarnya. Bagaimana mungkin dia menganalogikan lingerie dengan pelacur? Ada kalanya aku merasa sahabatku ini terlampau dangkal dalam melabeli sesuatu.

“Jelas Mas Braga selingkuh. Dia gugup sekali waktu kutanya tentang lingerie merah itu,” racaunya.

“Semoga enggak,” lirihku. Sambil melirik pesan baru di ponselku. ‘Kutunggu di tempat biasa.’

Aku tersenyum. Mengelus lingerie merah dalam tasku. Hadiah dari Braga untukku.

***

Diikutsertakan dalam #FF100Kata

  1. ketahuan deh

    • eda
    • November 19th, 2013

    yaah… pagar makan tanaman ini😦

  2. jeruk makan jeruk

  3. ups…

  4. hadeuuuuh :)))

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: