Jam Lima Sore

Jam lima sore.

Aku berdiri di depan pintu rumah indekos yang sudah kuhapal kebiasaan penghuninya. Gadis berkacamata akan keluar lima menit lagi untuk membeli siomay. Setelahnya, gadis berjilbab bergegas pergi ke masjid.

Kuketuk pintu kayunya.

Tok tok tok.

Tidak ada respon. Sepertinya mereka belum sadar ada yang bertamu. Mungkin harus kuketuk pintunya sekali lagi.

Tok tok tok.

Terdengar teriakan cempreng, “Sebentaaar.”

Pintu terbuka. Seorang gadis menyapa, “Cari sia…,”

“AAARGH!”

Dibantingnya pintu, tepat di hadapanku yang berdiri mengangkang dan tanpa celana. Ia histeris mengabari rekan-rekannya, “Penjahat kelamiiin!”

Ah. Puas. Tanganku menuntaskan ejakulasi yang tertahan lama. Besok pamer ke mana lagi, ya?

***

Diikutsertakan dalam #FF100Kata

    • junioranger
    • November 17th, 2013

    ini lucu atau horor yaks. wkwk

  1. wewwww…

  2. Hiii,… sakit jiwa

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: