Demam Panggung

Kuis cerdas cermat segera dimulai. Namun aku justru cemas melihat partner di sebelahku. Ia gemetaran. Wajahnya pucat. Ia meremas-remas celana seragamnya yang basah. Meski bukan air kencing, tapi tetap saja terlihat menjijikkan.

“Saat latihan, nampaknya tidak ada masalah. Kenapa sekarang kamu gugup gini?” bisik rekanku yang satu lagi.

MC membuka acara. Tepuk tangan bergemuruh di aula. Sedangkan teman-teman satu sekolah berteriak menyemangati kami bertiga.

Partnerku menelan ludah. Diambilnya napas panjang. Ia merogoh saku celana, mengeluarkan secarik handuk kecil yang basah, lalu meletakkannya di atas lantai.

“Kamu ngapain, sih?” pekikku.

Ia berdiri dan tersenyum.

“Tenang. Sekarang aku enggak demam panggung lagi.”

***

Diikutsertakan dalam #FF100Kata

  1. aq malah nggak buat🙂

  2. ealaah jadi handuk itu ‘pawang’ biar gag gugup yah?

  3. aku nggak ngerti😐

  4. Ehehe… Ndak saya mau riwil lagi untuk kesekian kalinya di sini. :))

  5. karena dia sekarang nggak berdiri di atas panggung?
    tapi di atas handuk?

  6. Kalau demam panggung, yang basah apanya dok?

    *dilindes😛

  7. aku tetep ai lap yu, budok
    😆

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: