Sebelum Selamanya

PLAK!

Hime menamparku. Keras sekali. Ia memelototiku hingga bola matanya hampir terpental.

“Permintaanmu itu kurang ajar!” pekiknya.

Kuelus pipi yang memanas. Duh. Apa salahnya, sih? Kupikir semua orang harus paham kondisi pasangannya. Aku hanya ingin tahu segala hal tentangnya. Dari luar hingga dalam. Dan untuk itu, aku harus memastikan, bukan?

“Jangan marah dulu, Sayang. Sebulan lagi kita menikah, kan? Lagipula aku mau lihat aja. Enggak ngapa-ngapain,” bujukku.

Aku berjalan mendekatinya. Tapi Hime mendorong tubuhku. Ia mundur teratur sambil menggenggam erat rok selututnya. “Bajingan! Kenapa tiba-tiba kamu ingin … me … melihat se … selaput daraku?”

“Soalnya bapakku bilang … jangan terima jika segel rusak.”

***

Diikutsertakan dalam #FF100Kata

  1. aihhh..kalo ada pacar kayak gini, tak tinggalinnnn >.<

  2. hoh? ternyata ceritaku mirip punyanya Noi *urekurekkeyboard*

  3. endingnya ngeri😆

  4. beeuhhh…. ngarep boleh cicip…. kaya beli buah aja😀

    • Hehehehe… lha sekarang banyak yang bersedia diicipi, Bang *serem*

  5. emang bentuknya gimana sih? *ealaaah *ditendang😀

    • Dulu pernah kutwit bentuk2nya pas ngadmin @kata_mitos, Bang :)))

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: