Sebelas Tahun

Puluhan mikrofon seakan dijejalkan ke mulutku. Orang-orang ini kembali bertanya tentang perasaanku, masa depanku, cintaku. Tentang keputusan yang kontroversial di dalam hidupku.

Tidak mendapatkan jawaban dariku, mereka mengalihkan mikrofon ke orang tuaku. Sialan! Apa mereka tidak lelah bertanya dan menghakimi kami atas hal yang itu-itu saja? Mereka tahu apa?

Abah kebingungan. Umi meremas-remas jilbabnya yang panjang. Aku menangis pelan, meraih mikrofon dan berkata, “Meski masih sebelas tahun, tapi saya tahu pasti. Karena cintalah saya bersedia dinikahi Syekh Bejo.”

Wartawan terdiam. Orang tuaku menunduk dalam.

Aku berdiri dan berlalu. Bersiap melayani Syekh Bejo yang sudah uzur demi biaya hidup seluruh keluargaku.

***

Diikutsertakan dalam #FF100Kata

*Yah, ide ndak orijinel. Tapi biarin*

  1. terinspirasi dri kisah nyata ya..🙂

  2. Syeik Puji ini mah..

  3. Bagussss😀

    • Makasih banyak, Kak… FF kak Fanny di BC juga buagus2 :’)

  4. umur 11 taon huhuhu

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: