15 Oktober – 10 Zulhijah

Beberapa hari lalu, saya pulang kampung dalam rangka mengurus beberapa berkas dan menengok orang tua. Sudah hampir dua bulan saya tidak pulang. Seperti biasa, setiap kepulangan selalu menyimpan rahasia dan nostalgia. Termasuk ketika saya membuka lagi lemari penuh buku-buku di ruang tengah. Kali ini yang saya sentuh bukan barisan komik dan novel yang sudah berkali-kali saya baca. Kali ini giliran beberapa buku teks dan catatan jaman kuliah dulu. Di antara deretan buku-buku itu, ujung jari saya menyentuh sebuah buku berwarna toska berpinggiran roll putih. Buku harian saya.

Maka malam itu, saya menghabiskan waktu dengan membaca lagi semua hal yang pernah ditulis di sana. Tidak hanya cerita sehari-hari, tapi juga beberapa puisi. Saya bisa merasakan lagi kebetean saat mendapat nilai buruk untuk mata kuliah Mikrobiologi. Saya bisa merasakan lagi kebahagiaan ketika angkatan 2003 menjuarai Dekan Cup untuk kedua kali. Saya bisa merasakan lagi rasa deg-degan ketika gebetan SMA tiba-tiba datang lagi.

Ada beberapa halaman yang penuh dengan kekecewaan. Sebuah masa di mana saya merasa gagal dan ingin menyerah karena belum bisa menyesuaikan ritme kehidupan sebagai mahasiswa kedokteran. Terus terang saja, saya bukan seorang kutu buku yang tahan membaca (buku teks) berjam-jam. Dan saat itu saya berpikir, mungkin saya telah salah jurusan. Tapi saya yakin, bukan tanpa alasan Tuhan telah meletakkan nama saya di antara sekian nama yang tertera di pengumuman SPMB. Saya belajar keras untuk itu. Kegagalan satu semester tidak boleh melunturkan semangat saya. Inilah proses yang harus saya nikmati.

Lalu ingatan saya berkelana pada beberapa tahun lalu. Ketika kegagalan menghampiri saya secara berurutan. Tentang pekerjaan atau pendidikan. Semuanya hancur berantakan. Sedih, kecewa, sakit hati. Menyalahkan diri sendiri karena merasa telah begitu bodoh tidak bisa menitipkan satu nama di antara puluhan calon pegawai, atau belasan calon dosen, atau kandidat terpilih saat seleksi calon residen. Menyalahkan diri sendiri karena terlalu nekat maju berperang tanpa amunisi yang penuh terisi. Menyalahkan diri sendiri karena merasa tidak mampu membuat segalanya menjadi berhasil.

Selama beberapa bulan, saya banyak diam dan menarik diri. Berpura-pura tegar di linimasa Twitter, namun mimpi-mimpi saya dipenuhi bayangan buruk dan sesak yang belum kunjung berakhir. Kegagalan-kegagalan beruntun itu adalah kenangan mengerikan dan rasanya tidak sanggup saya lupakan meski ingin enyah dari kumparannya.

Beberapa bulan berlalu. Saya merantau ke sebuah kepulauan indah bernama Alor. Dan kisah-kisah baru membuat saya lupa sejenak atas kegagalan di tahun-tahun sebelumnya. Teman dan saudara baru yang membuat saya menjadi lebih lega ketika menceritakan kembali jatuh bangunnya saya kala dulu. Petualangan baru ke tempat-tempat indah dan membuat saya bisa lebih bersyukur. Serta kesempatan-kesempatan baru yang membuat saya, akhirnya, menghargai kejatuhan saya beberapa waktu lalu.

Pada akhirnya saya malu pada diri sendiri, yang telah meratap tanpa henti hingga mungkin hampir kehilangan harapan di hati. Hajjar tetap istikamah dan tawakal ketika ditinggal berdua bersama Ismail yang kelaparan di gurun pasir. Ia tetap percaya bahwa Tuhan tidak meninggalkannya. Ia tetap berusaha dan tidak menyerah. Sedangkan, saya tidak benar-benar sendiri di tempat asing. Saya tidak harus kehausan dan kelaparan di gurun pasir. Saya masih punya keluarga yang mau menerima apapun kondisi saya, saya punya sahabat-sahabat yang tidak pernah merendahkan kejatuhan saya, saya punya Tuhan yang Luar Biasa. Tuhan memberi kegagalan karena Ia memiliki rencana yang lebih besar. Karena belum waktunya. Kegagalan telah membawa saya berpetualang hingga Alor, yang kemudian mengisi pundi-pundi tabungan sehingga saya bisa umrah ke tanah suci (alhamdulillah…), serta memberi saya waktu luang untuk menulis lagi.

Hari ini, takbir dan tahmid dilantunkan oleh jutaan Muslim di dunia. Sedangkan di sebuah kota kecil di Jawa Timur, ada satu hamba yang tak berhenti bersyukur karena telah diberi kesempatan menjadi lebih dewasa (kata yang lebih menyenangkan daripada ‘tua’ ahahaha), serta dibukakan pintu cita-cita baru untuknya. Ia berdoa agar hatinya tidak pernah goyah atau ragu pada rencana Tuhan. Ia berdoa agar senantiasa diberkahi kesabaran dan pemahaman. Ia berdoa agar tetap setia pada cita-cita dan kerja keras. Karena mereka tidak pernah berkhianat. Hanya saja, manusia sering ragu bahwa ada tangan tak terlihat yang Maha Segalanya. Yang sudah menuliskan sesuatu sesuai dengan porsinya. Manusia terlalu egois dan terburu-buru. Manusia sering hilang kesabaran. Manusia lebih suka menyiksa diri dengan rasa sakit hati.

Selamat Idul Adha. Semoga hewan-hewan kurban yang diperoleh dari proses yang baik, memberi kebaikan pula pada kehidupan kita. Semoga semangat pengorbanan Ibrahim, Hajjar dan Ismail menginfiltrasi jiwa kita. Dan semoga suatu saat, kita bisa mengumandangkan takbir dan berkurban di tanah haram Mekah. Aamiin.

***

    • jampang
    • October 15th, 2013

    kegagalan katanya adalah sebuah keberhasilan yang tertunda. Kekecewaan karena gagal setelah mencoba itu lebih baik daripada lecewa karena tidak pernah mencoba

    tetap semangat

    • Indah
    • October 15th, 2013

    Selamat Idul Adha, Nina. Selamat bertambah usia juga.
    Semoga terkabul semua doa-doanya di masa depan. Amin.

    • Selamat Idul Adha, Kak… terima kasih, banyak… aamiin ^^

  1. selamat ulang tahun, Nina Nur Arifah!
    semua doa baik tertuju padamu. :*

    itu..itu..jangan lupa berdoa biar kita bisa segera ketemuan, hehe (–,)

    • Aamiin…
      Makasi, Vanda. One day, kita akan ketemuan :*

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: