Kamu adalah Malaikat

Fallen Angel

Fallen Angel

Gaun pengantin telah lama ditanggalkan. Dentuman hasrat telah tersampaikan. Di atas ranjang, kini tersisa dua manusia telanjang dengan napas yang tersengal-sengal, sprei yang berantakan, serta nyawa yang belum sepenuhnya kembali dari surgaloka.

Sang lelaki membelai kepala perempuan yang lunglai dan tengkurap di atas tubuhnya. “Kamu adalah malaikat,” ujarnya. Sambil mengecup ubun-ubun istrinya yang basah oleh keringat.

Sang istri mengangkat kepalanya. Matanya meredup syahdu seiring bibirnya yang membentuk sebaris senyum. Pipinya seakan terbakar. Memerah karena tersipu dan malu. “Jika aku malaikat, maka kamu adalah sepasang sayap di punggungku. Malam ini, aku terbang tinggi,” bisiknya. Lalu dibenamkan lagi kepalanya di dada suami tercinta.

Lelaki tersenyum. Tidak peduli apakah kalimat tadi adalah sebuah kebohongan atau bukan, ia bahagia mendengar perempuannya terbang hingga nirwana.

Tangan kirinya masih membelai kulit punggung malaikatnya yang cantik. Sedangkan tangan kanannya meraih sesuatu di bawah bantal. Lelaki menarik sebilah logam dingin dari sana. Belati itu berkilat di bawah sinar purnama yang menembus dari sela-sela tirai jendela. Sama bersinarnya dengan bara amarah, yang mengambil alih asmara di hatinya.

Dan tidak seharusnya, malaikat tinggal terlalu lama di dunia fana.

Sekali hantam, belati itu ditusukkan ke leher perempuannya. Kekasih yang dua belas jam lalu telah resmi jadi istrinya.

Perempuan itu menggelepar beberapa saat. Matanya terbelalak. Mulutnya menganga tanpa suara. Lambat laun, sinar di matanya tiada.

Lelaki memejamkan mata dan menghela napas lega. Malaikatku yang cantik, terbanglah engkau ke neraka.

Cinta?

Oh. Musnah tanpa sisa.

Mungkin malam ini akan berbeda cerita, jika saja lelaki tak menemukan sebuah benda putih berstrip dua di kamar mandi mereka. Tepat ketika baru saja akad terlafalkan. Karena lelaki tahu benar, ini benar-benar malam pertama baginya.

***

Malang, Sept 24th 2013

  1. Pengkhianatan istrinya gak dijelasin ya mba sbelum atau sesudah menikah…??

  2. Keren mbak!

  3. Btw, bukannya udah jelas kalo sebelum menikah yah? Pan pas hari akad udah nemu strip positifnya, dan scene diatas adalah malam pertama kan?

    • Cerita ini saya edit tadi pagi, Kak. Awalnya memang belum ada keterangan sama sekali mengenai perselingkuhannya hehehe
      Maaf jika membingungkan ^^

      • Oooow, ternyata gitu. Maap kalo ga ngeh. Tapi editannya jadi bikin asik.😀

      • Makasih, Kak :”)

  4. ini juga cerita yang mengejutkan! Tapi….sadis amat yah, maen bunuh-bunuhan aja nih… :p

    • Bingung gimana cara balikin malaikat ke dunianya ahahaha *gajelas*
      Makasi sudah mampir, Kak ^^

    • jampang
    • September 25th, 2013

    pengkhianatan yang berujung kematian

  5. Duileh lebay amat lakinya, ampe dibunuh segala

    • eda
    • September 25th, 2013

    ff-nya selalu keren..sukaaak😉

    • Wah makasih, Kak. Udah lama ndak setor FF, jadi maksain nulis lagi hehe :”)

  6. eyampun, si malaikat bisa pake testpack jg ternyata <~ komen macam apa ini?

    *melipir* hihihihi

    • hana
    • September 25th, 2013

    owhh ini versi editt.. kerennn

  7. Keren ah, tapi kejam heu heuuuu ..

    • Kejamnya lebaaay, Mbak T~T
      Hehehehe
      Makasi sudah mampir :”)

  8. kejammmm

  9. Keren chil…as usual🙂

  10. sadiss🙂

  11. The twist did thrill me. Nice writing! Ough!

  12. Dinikmati dulu baru dibunuh. Laki! :p ahahha

    • kakaakin
    • September 27th, 2013

    Dan sang lelaki telah melenyapkan 2 nyawa…
    Eh, setidaknya yang satunya calon bernyawa😀

  13. kelam, tapi diksinya Noiiiii….

  14. Ya ampun Mbak, sadis banget,,, kira-kira beneran ada gak ya lelaki yang sesadis itu jika dibohongi?

    • Kalo psikopat mungkin bisa T.T
      Tengkyu sudah mampir ^^

  15. eh, bisa aja itu bukan testpack istrinya! seenaknya aja main bunuh anak orang! tanya dulu dong baik2, jangan main bunuh aja! emang istri lo ga punya kakak perempuang, apa?! ————>>>> pembaca yang sewot :p

    • I… Iya, Mbak… Ini suaminya udah lama ndak ke pengajian jadi bawaannya suudzon terus T.T

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: