[BeraniCerita #24] Vivienne: (Another) Lady in The Lake

"The Beguiling of Merlin" (1872–1877) by Edward Burne-Jones.

“The Beguiling of Merlin” (1872–1877) by Edward Burne-Jones.

“Bagaimana kabarmu?”

Aku menahan diri untuk tidak terlalu bahagia. Karena dikunjungi Vivienne adalah hal yang kunantikan selama sepekan. “Seperti yang terlihat,” jawabku.

Vivienne mencondongkan tubuhnya. Lalu meraih tanganku yang teronggok di atas meja. “Kamu semakin kurus,” katanya.

Aku tersenyum dan mendekap kedua tangannya di dalam genggaman. “Makanan di penjara tidak ada yang enak.”

Vivienne menatapku dengan mata yang basah. Untuk waktu yang lama kami berpelukan tanpa kata-kata. “Maafkan. Karena aku … Ini semua karena aku.”

Aku membelai rambutnya yang halus. Menghirup wangi sampo yang selalu menggelitik jaras penghidu. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya Vivienne berada lagi di pelukanku.

Bagiku, permintaan maafnya sudah tidak penting lagi. Aku yang salah karena terlalu jatuh hati. Bahkan aku rela membuang kebebasanku sendiri.

“Bukan salahmu. Jangan pernah merasa bersalah. Hiduplah seperti namamu. Vivienne1. Hidup.”

Ia memelukku semakin erat. Seakan ingin memberitahukan sesuatu. Di antara pelukan, aku merasakan bahwa saat ini degup jantungnya semakin cepat. Dan aku berharap, itu karenaku.

“Bagaimana bisa aku hidup jika kamu masih di penjara karena …,” bisiknya.

Kulonggarkan pelukan kami. Memandangnya dan berharap ia bisa membaca isyarat yang aku berikan. Jangan dibahas lagi. Tidak ada percakapan yang aman di sini.

Ia mengangguk dan menggenggam tanganku lagi. Aku yakin ada ungkapan rasa terima kasih karena aku telah mau mengakui dosanya. Pembunuhan seorang rentenir yang dilakukan oleh tangan Vivienne di sebuah hotel tiga bulan yang lalu.

“Aku akan mengunjungimu lagi, Thomas,” ujarnya. Lalu mengecup pipi kiriku dan beranjak pergi.

Belum sampai langkahnya keluar dari pintu keluar, dia berbalik dan bertanya, “Tahukah kamu cerita tentang Lady in The Lake2?”

Apa?

Aku menggeleng, “Tidak. Aku tidak tahu.”

Vivienne hanya tersenyum, berbalik dan berlalu.

***

Aku tersenyum dan menghapus air mata yang tadi sempat tertumpah. Lalu berbalik dan benar-benar pergi dari tempat ini.

Jika air mata adalah bukti ketulusan, maka seharusnya ini sudah cukup. Seharusnya Thomas melihat bahwa aku terlihat menyesal. Katakan saja, aku menyesal karena memanfaatkan cintanya. Jika Lady in The Lake menyekap Merlin dalam sebuah karang, maka Vivienne menyekap Thomas di dalam penjara.

Langkahku ringan. Aku keluar dari rumah pesakitan dengan perasaan melayang. Aku membuka pintu mobil sebelah kiri dan menjatuhkan diri di jok kulitnya yang empuk dan nyaman. “Yuk, kita pulang.”

“Akhirnya. Aku sangat tidak suka berada di area penjara. Membuatku ingin muntah,” kata Aria. Ia mengenakan kacamata hitamnya lalu menekan pedal gas dalam-dalam.

Ah. Aku lupa memperkenalkan. Ini Aria, suamiku. Putra tunggal dari rentenir renta yang kami bunuh tiga bulan lalu.

***

Malang, 28th August 2013

  1. Vivienne: nama perempuan dari bahasa Latin yang berarti ‘hidup’.
  2. Lady in The Lake: salah satu karakter pada legenda Arthurian. Selengkapnya, baca di sini.

banner-BC#24

* Sudah lama ndak bikin FF, entahlah ini hasilnya pegimane .___.

  1. Aduuuuhh, teganyaaa….

    Tapi bagus banget ceritanya. Menjebak dengan manis😀

    • Kupikir malah ndak ngetwist, Mbak… Hehehe

      Makasih, ya ^^

  2. Ya ampun, tegaaa…😦

    • jampang
    • August 28th, 2013

    teganya teganya teganya ….

    • komen ketiga yang berbunyi ‘tega’. Mas Jampang dapat senyum cantik dari saya🙂
      *ahem*

        • jampang
        • August 28th, 2013

        oooooohhhh….

        *tersipu*

  3. girl power!
    😀

  4. Gile! Ini gile! Kapan gue bisa bikin fiksi yang skeren ini? Angkat gue jadi murid, Suhu Noichil! ^_^

    • Mari kita sama-sama berguru di Perguruan Kuburan Kuno, Bang Eksak x)))
      *kasih kitab ilmu Hati Gadis Suci*

      Makasi sudah baca ya ^^

  5. kurang asem tenan ini perempuan ckck main api di belakang

    • Emansipasi perempuan, Mbak. Masa lakik muluk yg main curang :p
      Makasi udah mampir ^^

  6. seperti biasa, diksinya bikin mabok

    • Waduh… jangan mabuk di siniii >,<
      Hehehe
      Makasi yaa ^^

  7. Nice one mbaaak😉 like this!

  8. hedehhh…si Vivienne sadis beud >_<

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: