The Biggest Mistake

“Ayo, semua ngumpul. Kita foto dulu,” ujarku sambil menyiapkan tripod dan kamera.

Ayah dan Bunda segera menempati sebuah kursi kayu yang terletak di ruang tamu, menyisakan tempat di antara mereka. Kakak perempuanku dan suaminya berdiri di belakang, mengapit dua anak perempuannya yang masih rapi jilbabnya.

Aku mengintip fokus dari bilik kamera, mengatur waktu pengambilan foto, menekan tombol kamera dan segera melesat duduk di antara Ayah dan Bunda. Lampu kilat kamera berpendar beberapa kali. Dan demikianlah, acara foto keluarga diakhiri.

Aku bangkit dan segera mengecek foto-foto hasil bidikan tadi. “Langsung dipindahin ke laptop, ya. Mau update Facebook, nih,” kelakar kakak perempuanku. Aku memutar kedua bola mata dan tertawa pelan.

Semua orang menuju dapur untuk sarapan, sementara aku membereskan tripod dan kamera. Kucomot dua butir nastar dan langsung memasukkan keduanya ke dalam mulut. Aku melirik ponsel. Ada notifikasi puluhan pesan dan belasan mention di Twitter. Tapi tidak satu pun di antaranya menyebutkan nama seseorang yang kunantikan.

Aku menghela napas, meneguk soda dingin yang belum habis di atas meja dan kembali memasang senyum yang patah karena ada satu bagian yang dibalut tanda tanya sejak semalam.

“Selamat Idul Fitri, ya. Maaf lahir batin,” katanya melalui sambungan telepon semalam.

Dan kalimat sederhana itu serta merta menghapus muram di hati saat mendapati jilbab untuk shalat Ied pagi ini belum kucuci. “Iya. Sama-sama. Maafin salahku juga, ya.”

“Udah dimaafin. Sejak kita ketemu, kamu udah kumaafin.”

Aku mengernyit. “Maksudnya?”

“You’re my biggest mistake.”

Lalu yang ada hanya hening. Terlalu hening hingga aku bisa mendengar deru napasnya melalui speaker telepon.

Aku tidak paham apa maksudnya. Kesalahan apa, sih? Pertemuan kami yang tidak disengaja di sebuah kedai kopi di depan studio bioskop beberapa minggu lalu sepertinya tidak menyisakan apa-apa. Kecuali rasa penasaranku pada karakter pria brewok unyu yang selalu nampak tenang dan sok tahu itu.

Iya. Dia sok tahu. Dia adalah laki-laki paling sok tahu di dunia. Hanya lima kali bertemu, dia merasa tahu segalanya. Tentang aku, tentu saja. Bahwa aku menyukai aktor berkarakter nyentrik seperti Johnny Depp dan Robert Downey Jr karena sebagian keabstrakan mereka mirip denganku. Bahwa aku tidak suka berpikir terlalu banyak ketika memilih film, lagu atau game. Bahwa di dalam kicauan bernada absurd di linimasa, ada sejumput perasaan ragu dan takut tidak diterima.

Tapi entah kenapa. Aku suka.

“Ya udah. Salam untuk keluarga, ya,” katanya lagi.

Aku menelan ludah. “Iya.”

Hanya itu yang kukatakan semalam. Karena untuk menyampaikan salam pada keluarganya, aku rasa bukan pada tempatnya. Hey, Nena. Kamu ini siapa?

Opor ayamku baru sampai pada suapan kedua. Tiba-tiba, salah seorang keponakanku berlari dan segera menuju Ayah dengan tergesa-gesa setelah menengok seseorang yang baru saja menekan bel rumah ini. “Mbah Kakung, ada tamu.”

Ayah meletakkan sendok dan garpunya di atas piring yang isinya masih banyak bersisa, lalu beranjak ke pintu depan.

Lima belas menit berlalu. Ayah masuk dan melemparkan pandangan herannya padaku. “Nduk, kenapa tidak bilang kalo hari ini ada yang akan melamar?”

Hah? Apa?

Lalu ponselku bergetar. Sebuah pesan.

From: Danu Pra
Hey, my biggest mistake. You’re in charged for being as sweet as caramel and taking over of my mind. And just a moment ago, I’ve asked your father to give me permission to arrest you forever.
Message received: August 8th 2013 09:13 AM

Suaraku tercekat. Otakku tidak bisa berpikir selama beberapa saat. Sedangkan dadaku dipenuhi letupan yang tidak keruan rasanya. Riuh dan gemuruh pertanyaan-pertanyaan Bunda dan semua orang di meja makan sudah tidak mampu kudengar. Lonjakan adrenalin di sana-sini seakan meruntuhkan tanda tanya yang mematahkan senyumku sejak semalam.

Ponselku bergetar. Lagi. Sebuah pesan.

From: Danu Pra
And you surely know. I don’t like when you say ‘no’.
Message received: August 8th 2013 09:14 AM

Gila. Laki-laki ini gila.

Tapi bukankah sudah kubilang. Aku suka.

To: Danu Pra
Iya.
Message sent: August 8th 2013 09:17 AM

***

Probolinggo, 8 Agustus 2013

• Previous story: Be My Serendipity

• Cerita ini fiksi belaka. Jika ada kesamaan tokoh dan tempat, bisa saja ini merupakan doa dan harapan *ahem*

• Selamat Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin yah ^^

  1. sebentar ini nyata kan mbak hehe.. manisnyaa..

    selamat idul fitri juga dan maaf lahir batin🙂

    • Bukaaan. Ini ‘harapan’ *malu*

      Maaf lahir batin juga, Mbak Ne ^^

  2. selamat mbak selamat,, aku tunggu undangnnya *dikeplak

  3. Manis🙂

    • asdar
    • August 11th, 2013

    ini sekuel yang brewok unyu itu yah????
    tapi adegan pembukanya itu loh…………membumi sekali
    *hasil potonya pernah liat entah dimana^_^ ato jangan2 ini memang kisah nyata*

    • Ahahaha yang awal2 memang dari kejadian nyata. Tapi dari tengah hingga akhir hanya fiksi belaka :p

      Btw, selamat idul fitri, Dok. Semoga kita jadi hamba yg lebih bertaqwa. Aamiin… Maaf lahir batin ya ^^

        • asdar
        • August 11th, 2013

        ahahaha…………..bukan fiksi tapi saya anggap sebagai do’a saja kaya’nya,
        oh iya sampe lupa,taqabbalallahu minna wa minkum, selamat hari raya Ied, mohon maaf lahir batin juga……….siapa tau saya ada silap laku dan kata
        titip salam buat semua keluarganya terutama pona’annya yang lucu2

      • Hehehe aamiin doanya ^^

  4. Ahhhhhh, manisssssss, ikut hanyut. Lelaki model dia, langka! Dibungkus dah kalo ada.. Hahahahaha

    • Kalo saya serem aja ada yg tiba2 datang ngelamar tanpa bilang apa-apa :p

  5. Wah ini mah namanya #superkode , hahaha..salam kenal mbak..😛

  1. August 13th, 2013
    Trackback from : A Choice | Segoro Tresno

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: