Sebuah Cerita Tentang Bekas Luka

eyes

“Itu item-item kenapa?”

Pertanyaan itu sering muncul. Mungkin di awal perkenalan. Atau beberapa kali pertemuan karena sebelumnya merasa segan untuk bertanya. Dan gerakan tangan mereka selalu sama. Memegang daerah di antara kedua alis masing-masing sambil mengarahkan pandangan pada jembatan di antara kedua alis saya.

Sebenarnya, cerita di balik bekas luka ini tidak terlalu istimewa. Tidak ada cerita spektakuler seperti bekas luka berbentuk kilat di dahi Harry Potter akibat mantra Avada Kedavra Voldemort. Atau sedramatis ketika pisau Tomoe secara tidak sengaja mengenai pipi Kenshin Himura. Atau sebuah ledakan yang menyebabkan cacat di sebagian wajah Harvey Dent. Tidak ada. Tidak ada cerita yang sekeren itu.

Dulu, ketika masih kecil, saya sering sekali menderita furunkel: nama keren untuk bisul. Furunkel ini berpindah-pindah. Mungkin, tidak ada bagian wajah yang tidak pernah dihinggapi furunkel. Dan dari sekian furunkel, hanya yang di antara kedua alis inilah yang diletuskan secara paksa. Oleh kakak perempuan saya. Menggunakan peniti yang entah… steril atau tidak.

Sepertinya, provokasi jarum peniti pada furunkel di antara dua alis ini membuatnya membekas dan menghitam. Maka jadilah seperti sekarang. Sebuah makula1 hiperpigmentasi2 dengan tepi tidak tegas. Memanjang dari dahi dan berakhir membulat pada puncak hidung. Posisinya tepat di antara kedua alis. Hampir sama dengan bindi3. Jika diraba, terdapat ceruk kecil di tengahnya, dan semakin jelas ketika dahi saya berkerut ketika marah atau memicingkan mata. Seandainya kalian mau melihat lebih dekat, ada satu titik bekas tusukan peniti di dalam ceruk tadi.

Tapi dari cerita yang konyol dan tidak istimewa tadi, rupanya bekas furunkel ini menjadi seperti minyak wijen dalam masakan. Sedikit, tapi sudah memberi rasa yang berbeda [aih, sedap]. Menurut beberapa orang, bekas ini terlihat pas mengimbangi kedua mata saya yang cukup lebar dan bulat, serta lipatan mata yang agak dalam. Pas galaknya kali, ya… [menerawang jauh].

Pernah ada yang menawarkan sebuah obat untuk menghilangkan bekas furunkel ini. Tapi saya hanya menggeleng dan tersenyum. Biar saja. Bekas furunkel ini adalah kebanggaan saya. Karena jika ada ujian yang sulit dan melelahkan, saya bisa berpura-pura sakit kepala berat dengan alasan Voldemort yang secara tiba-tiba menyusup ke dalam kepala saya [mulai lost focus].

Bekas luka adalah jejak otentik tentang kesakitan kita. Jika satu furunkel yang dulu timbul dan menghilang diasumsikan sebagai kenangan, maka bekas furunkel di jembatan antara dua alis ini adalah cinta pertama saya. Membekas dan nyata. Meski sudah tidak terasa lagi sakitnya. Tapi bekas luka sudah cukup sebagai pengingat bahwa jangan pernah lagi menambahi diri dengan bekas luka yang sama.

***

Malang, July 30th 2013

Keterangan:

  1. Makula: perubahan warna pada kulit tanpa disertai peninggian.
  2. Hiperpigmentasi: penggelapan area kulit yang disebabkan oleh peningkatan pigmen kulit (melanin).
  3. Bindi:  titik merah yang ditempel di antara dua alis khas perempuan India.

 

Diikutsertakan dalam #tantangannulis oleh @JiaEffendie ^^

  1. Wah… sama nih ada luka di dahi. Dan sama2 suka dg lukanya. Saya juga sering berpikir ini hasil perbuatan voldermort. Hehehe.

    • Ehehehe keren ya kita ^^

      • *toss*
        jadi dah bisa parseltounge-kah?

      • Sudah dong. Tinggal mendesah2 gitu kan… #SoundsWeird xD

      • hahahaha… hati2 kalau mendesah2.😀

  2. Keren ey bisa punya bekas luka di daerah yang tepat😀 jadi inget dulu waktu SD, saya dan teman-teman suka menggosokkan penggaris kuat-kuat di bagian dagu. Supaya dagunya tampak belah… xD

    • Ahahaha iya, pernah denger kaya gitu. Untung ndak sampe disilet dagunya X_x

    • Indah
    • July 31st, 2013

    Suka sekali sama matanya. Benar, dengan bekas luka itu malah jadi terlihat seperti orang India. Mata bulat lebar dan bindi. Cantik.

    • Ehehehe banyak yang bilang gitu sih *malu*
      Makasih, Kak ^^

        • Indah
        • July 31st, 2013

        Hihi, kakak. ;))
        Panggil Indah aja.

      • Ehehehe iya, Indah. Makasih banyak ^^

    • hanifah
    • July 31st, 2013

    *Tutup muka*

  3. matanya baguuuuuus! #salahfokus

  4. oh gitu ta? jadi voldemortnya kakak sendiri #eh

  5. penasaraaaaann, aku kepengen liat langsung hihihihi

  6. Mana, mana? Gue pengen liat! Atau mungkin karna tanda sbg indikasi ahlu ‘ibadah? *ups! Moga gak sara …

    Tp akhirnya elo mengklarifikasinya dg keren! Wudun, kalo org jawa bilang! *nyari poto noichil.

    • Ahahaha aamiin. Mudah2an bener jadi ahli ibadah :”)

      Cari foto buat apaan? Bukti? T.T

    • jampang
    • August 1st, 2013

    luka saya sepertinya karena bekas jerawat dan cacar😀

    • Sama sih. Jerawat bekasnya bandel banget. Kalo cacar, alhamdulillah enggak ^^
      Makasoh sudah mampir Mas Jampang :”)

        • jampang
        • August 1st, 2013

        sama-sama, mbak.🙂

  1. July 31st, 2013
  2. August 1st, 2013

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: