Orientasi: Pengenalan atau Bullying?

ospek

Perbandingan ospek di luar negeri dan di Indonesia

Setelah masa hibernasi yang (tidak terlalu) panjang, sambil kriyep-kriyep saya meraih ponsel dan membuka halaman Facebook. Saya tergelitik dengan sebuah foto perbandingan masa orientasi di luar negeri dan di Indonesia. Sungguh berbeda dan miris. Di luar negeri, manusia diperlakukan sebagai manusia. Orientasi dikembalikan pada artinya.

ori·en·ta·si /oriéntasi/ n 1 peninjauan untuk menentukan sikap (arah, tempat, dsb) yang tepat dan benar; 2 pandangan yang mendasari pikiran, perhatian atau kecenderungan. [KBBI]

Sedangkan di Indonesia? Yah, bisa dilihat sendiri. Para senior beramai-ramai menunjukkan senioritasnya dengan membuat aturan yang aneh, tidak wajar, jauh dari kata rasional, dan sama sekali tidak bisa digunakan tinjauan untuk menentukan sikap. Apa yang bisa diambil dari mengenakan tas kresek sebagai tas atau menggunakan ‘besek’ sebagai tutup kepala? Poin utamanya mau mengajarkan ‘ketidakmapanan’ atau malah ‘mempermalukan diri sendiri’?

Untungnya, saya merasakan ospek yang sedemikian aneh hanya di SMA. Sekolah menengah di mana orang-orangnya masih merasa bangga memakai seragam putih abu-abu dan memiliki jabatan penting sebagai OSIS. Inget, ya… Ini OSIS. Penting. Bahkan cukup penting untuk bisa kabur dari mata pelajaran yang membosankan dengan alasan rapat demi membahas materi pemoncloan siswa-siswi baru. Lengkap dengan jingle lagu yang malu-maluin (padahal dulu saya yang bikin jingle lagu yang malu-maluin itu ahahaha … “Hey! Anak SMUSA!” –pake nada lagu Anak Ajaib-nya Joshua-).

Lalu selebihnya apa? Nothing. Bahkan tanda tangan saya pun ada yang berani malsuin. Dengan goresan yang sama sekali ndak mirip! Hiks T~T

Ketika awal masuk Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB), banyak yang sesumbar bahwa masa ospek di FK itu serem. Pasti dikunciin di ruang mayat. Atau disuruh ambil kelereng di lidah kepala kadaver. Berhubung belum ada keluarga yang pernah merasakan bagaimana rasanya kuliah di kedokteran, atau kerabat lain yang bisa ditanya kebenarannya, saya cukup bersiap-siap. Yah sudahlah. Dikunciin di ruang mayat ya udah. Tidur sama mayatnya. Malah enak ndak ikut ospek aneh-aneh lainnya xD

Tapi yang terjadi adalah, Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PK2MABA) di FKUB berbeda. Sama sekali jauh dari bayangan serem dan sebagainya. Tidak ada kuncir rambut yang aneh-aneh, rumbai-rumbai yang memalukan atau tutup kepala yang merendahkan pemakainya. Datang pagi butanya, sih, tetep. Jam lima teng sudah harus siap di depan Graha Medika. Berbaris rapi dengan kostum putih-putih, berjas OC, dengan tas ransel/jinjing milik kita sendiri yang memuat segala kebutuhan (alat tulis, alat sholat, sarapan, makan siang, dsb), sepatu pantofel hitam dengan nama dada yang rapi dan gampang dibaca. Mahasiswa baru didampingi oleh dua senior yang disebut kakak pendamping. Dan satu kelompok (yang namanya diambil dari nama medis) itu akan disebut keluarga. Perhatikan. Keluarga. Karena kita, maba, dianggap keluarga yang bisa jenuh dengan tugas dan mengeluh. So sweet, kan? *alah*

Kegiatan ospek kami adalah menerima materi tentang kampus dan ilmiah di ruang aula Graha Medika. Tidak ada tugas membawa telur dengan kuning yang terbelah, atau ikan goreng berkepala kucing, atau roti berbahan tepung serta semen. Lalu tugasnya apa? Mencari jurnal, membuat artikel dan karya ilmiah, serta latihan penyuluhan. Bukankah itu yang nanti akan sering dilakukan mahasiswa pada dirinya sendiri dan masyarakat?

Bahkan untuk urusan makanan, tidak ada yang istimewa. Kami hanya disuruh membawa makanan dengan lauk dan sayur yang ditentukan menunya. Urusan sedikit atau banyak, terserah maba. Yang penting habis dan tidak bersisa.

Trus pelanggaran dinilai dari mana? Lupa membawa artikel, margin tugas ilmiah atau artikel tidak pas, atau terlambat (lainnya, saya lupa). Hukumannya? Tidak ada yang namanya masuk lab anatomi atau manjat pohon atau dikunci di ruang gelap bersama mahasiswa abadi (yang bukan panitia) turut serta memarah-marahi maba. Yang ada… nyari jurnal atau bikin artikel *Haraaa… Kapokmu kapan, Le?*

Tapi nyatanya, itu yang akan sering dilakukan mahasiswa. Ilmiah. Tidak peduli fakultas eksakta atau sosial, mahasiswa dituntut untuk berpikir mengerjakan hal-hal ilmiah. Nah… setelah ditempa rambut bekuncir delapan dan rumbai-rumbai yang lebih menyedihkan dari koteka, berapa banyak mahasiswa yang telat mengerjakan Tugas Akhirnya? Hayo ngaku? Mwahahaha x))

Saya bukan bermaksud ‘terlalu’ bangga pada sistem PK2MABA di FKUB. Tapi meski sering dicerca oleh fakultas lain karena mereka bilang FK itu terlalu lembek dalam berospek, alhamdulillah banyak manfaat yang saya dapatkan dari sistem ospek yang lembek ini. Karena memang, saya sering dituntut mengerjakan karya ilmiah dengan waktu yang sangat singkat, bahkan di antara tugas jaga dan sebagainya.

Jadi, ayo yang merasa jadi senior. Kembalikan orientasi pada arti yang sebenarnya. Menganggap mahasiswa baru adalah manusia dan calon bagian dari masyarakat. Bukan junior yang dipulosoro dengan aturan yang irasional. Mempersiapkan adik-adik kelasnya sebagai sejawat, agar bisa melaksanakan tugas sebagai mahasiswa dan bagian dari masyarakat. Biar bisa bermanfaat. Bukan sekadar memberi tugas bawa ayam kampung bertelur bebek atau membuat surat cinta.

Untuk mahasiswa baru, semangat! Jika sekarang ospekmu tidak menyenangkan, maka kelak ketika jadi senior, jadilah agent of change yang sesungguhnya (tsaaah, ajib amat bahasanya…).

***

Malang, 18 Juli 2013 ~ di tengah dinginnya Malang (yang menipu) menjelang musim ospek mahasiswa baru.

NB: plonco itu bukan bullying. Cek arti kata plonco di KBBI. *ihiii~w*

  1. PK2MABA dgn nuansa seperti ini masih berlangsung di FKUB dengan adem ayem bin tenteram ga ya Nin? Karena yang aku denger terakhir, mereka mulai disuruh bawa barang yg aneh2 #kecewa

    • O ya? :”(
      Aku belum pernah denger lagi. Kalopun iya, bisa jadi itu salah satu alasan kebenaran rumor degradasi etika :”(

  2. kalo masih ada yang ospek dengan kuncir2 dan pake bak mandi sebagai topi.. itu pasti fakultas komedi dan badut

  3. betul mbak. ospek bukan bully. Beruntunglah di kampusku udah di hapus bbrpa tahun lalu😀

    • Teguh Puja
    • July 18th, 2013

    Memang sudah seharusnya dikembalikan ke ruhnya yang awal. Kalau bullying masih dipelihara, selamanya orang-orang yang pernah mendapat bully itu akan melakukan hal yang sama. Berulang.

    Akhirnya ya, gak akan ada manfaat apa pun selepas itu.

    • Benar, Bang. Bullying dengan perintah yang ndak wajar malah menimbulkan dendam dan jadi lingkaran setan. Ora uwis uwis T.T

        • Teguh Puja
        • July 18th, 2013

        Memang kebiasaan ini sudah men-generasi. Tapi, ya, kita masih bisa memilih dan memutuskan untuk menghentikan itu kan?

        Kalau di tempatnya Nin aja bisa. Harusnya di tempat lain pun bisa ikut diaplikasikan juga.

        Mau jadi apa anak negeri ini kalau ajaran dasar mereka adalah -mencaci maki- dan -merendahkan orang lain-

      • Benar. Sebenernya bisa, asal mau meredam ego masing2 sih…

        • Teguh Puja
        • July 18th, 2013

        Pernah dikerjain oke. Tapi jangan ikut ngerjain orang lain juga kan.😐

      • Dan ndak semua orang mikir gitu T.T

        • Teguh Puja
        • July 18th, 2013

        Terpikir dengan isu ini dan menulis di sini https://wholesketch.wordpress.com/2013/07/18/anggapan-yang-keliru/

      • Wah… meluncur ke TKP😀

  4. alhamdulillah di kampusku ga ad bully-bully. semua berjalan aman dan tertib.🙂
    kalaupun masih d jumpai ospek bully-bully maka, bangsa ini masih tersimpan di dalamnya jiwa-jiwa terjajah.

  5. ah, saya jadi inget dulu saya boloz nggak masuk seminggu pas ospek kampus, hihihi

    • Kalo perlu seluruh maba ndak ikut. Boikot ospek yg seperti sistem feodal x)))
      tengkyu sudah mampir, Kak ^^

    • fikri_farhan
    • July 19th, 2013

    aku malah pas ospek bawa sandal.. ketika yg lain menggunakan atribut yang tidak jelas..

    • Sama. Sandal jepit karet warna hijau untuk keperluan shalat berjamaah ^^
      Tengkyu sudah mampir, kak

  6. pada akhirnya, ada UU kampus soal ospek sekarang😀

    • Ira
    • August 5th, 2014

    Buat taun ini kayaknya ospeknya ga bullying kok… Q maba yg mau ospek… Fk jugak.. Bawaan untuk ospeknya ga aneh2

  7. Waah.. mbak, saya juga maba di pdub sana tahun ini..
    tahun ini, ospek fakultasnya bgaimana yak? Aneh gak ya?

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: