Cakrabyuha yang Tertembus Asmara

image

From: fineartamerica.com

Namanya Arjuna. Tampan dan memiliki senyum yang menawan. Ada lesung di pipi kiri. Tubuhnya tinggi dengan rambut bergelombang yang pendek dan dipotong rapi.

Namanya Arjuna. Aku mengetahuinya dari kartu anggota. Dia mampir ke kedai kopi ini setiap hari. Tentunya, dengan teman wanita yang bergonta-ganti. Kemarin, ada perempuan mungil dan cantik dengan gaun selututnya berwarna putih. Kemarin lusa, Arjuna datang dengan perempuan ramping yang kaku seperti rambut ibu pejabat yang disasak tinggi. Dan kemarin lusanya lagi, eum… aku tidak ingat.

Aku suka mengamatinya. Arjuna, maksudku. Sesaat setelah espresso macchiato dihidangkan, ia selalu meniupnya sebanyak tiga kali. Lalu membiarkan panasnya hilang seiring obrolan dengan perempuan-perempuan itu berakhir. Arjuna menyesap kopi yang mendingin, kemudian pergi.

Tapi pagi ini, Arjuna datang sendiri. Rasanya aneh melihatnya tanpa ditemani perempuan-perempuan yang manis dan cantik. Lebih aneh lagi, ia memesan citrus honey green tea. Dia hanya duduk dan terpekur. Matanya terus memandangi layar ponsel yang menyala. Memandang, bukan membaca. Bahkan ketika layar ponsel itu meredup dengan sendirinya, matanya masih tetap terpaut di sana. Mungkin juga pikirannya.

Tapi tiba-tiba ia menoleh. Mata kami bertemu. Selama beberapa detik, jantungku menderu-deru. Seperti ada anak panah yang menusuk-nusuk dan memaksa masuk.

Ia tersenyum. Aku mengangguk santun.

Ia memalingkan wajah. Aku tertunduk dengan muka memerah.

Ugh. Ini pertama kalinya aku merasakan debaran macam ini pada lelaki. Tapi harus kuakui. Bola matanya yang jernih memiliki efek blackhole, mengisap apapun yang ada di sekitar dan hanya menyisakan kami.

Astaga. Bahkan kata-kataku pun mulai terdengar menjijikkan.

Setelah jeda yang begitu lama, lelaki itu menghabiskan isi gelasnya dengan sekali tegukan. Lalu ia berjalan ke arahku dengan ayunan langkah paling magis di dunia. Matanya awas. Menatap lekat padaku sehingga aku tidak mampu membalasnya aku menunduk. Dan berpura-pura tidak terjadi dentuman dahsyat di dalam tubuhku.

“Tadi saya nambah dua pancake tuna untuk dibawa pulang. Jadi semuanya berapa?”

Aku mengangkat kepala. Dan menemukan Arjuna tersenyum kecil. Aku membaca, ia membaca pikiranku. Entah pikiran yang mana. Tapi aku tahu, ia tahu sesuatu.

Sejenak aku sibuk menekan-nekan tombol penuh angka. Sedangkan otakku berusaha tetap terjaga ketika pikiranku telanjur dipenuhi wajah Arjuna.

Kemudian aku merasa tubuhnya condong ke arahku, “You’ve stared at me for twenty four minutes. I hope … I don’t have to pay for them too.”

Sial. Betapa rasa malu tengah menyergapku dari segala penjuru. Laki-laki ini benar-benar tahu bagaimana caranya menaklukkan hati. Dengan kalimatnya yang mengintimidasi, aku justru menginginkan yang lebih dari ini.

Aku mengangguk dan tersenyum canggung. Seraya menyerahkan dua bungkus pancake tuna, “Semuanya tujuh puluh tiga ribu rupiah.”

Arjuna menyerahkan sebuah kartu untuk membayar. Dan matanya masih menelusup begitu dalam ke arahku.

Ah. Dia tersenyum lagi. Berdiri tegak dan memesona. Bolehkah kubilang bahwa saat ini aku sedang meleleh? Meleleh karena seorang Arjuna. Dengan busur Gendewa, dia telah melesatkan panah Ardadadali ke celah hati yang selalu kulindungi. Arjuna… Satu-satunya pria yang mampu menembus pertahanan Cakrabyuha di dalam dada.

“You really like what you see, don’t you? Kamu manis. Tapi sayang … saya belum ada rencana berpindah haluan dari wanita.”

***

Malang, 10th July 2013
• Entah FF macam apa ini. Pengin nggombal tapi semacam gagal T.T

  1. Ini mah bagus mbak nina,,, sy suka.. kok dibilang gagal?

    • Soalnya semacam dipaksakan T.T
      Makasih sudah mampir, yah ^^

  2. jadi… si aku ini barista cowok ya?😀

  3. bagus sihhh….cuma ada detil kecil yg masih kepikiran : si kasir baru pertama jatuh cinta?
    Ah, nggak penting juga dijawab. Ini cinta, kadang-kadang tak ada logikaaaa… *joget ala agnezmo.😀

    • Ahahaha

      Daku juga tadi mikir, gimana caranya jelasin bahwa ini pengalaman pertama si ‘aku’ jatuh cinta sama laki-laki. Maksudnya nyelipin dan tersirat. Tapi kayanya belum cukup ya, Bang T~T

      Tengkyi sudah mampir :’)

  4. lucu ceritnaya hehehhe

  5. Beuh… Ternyata cowok. Hahaha. Keren deh.🙂

    • Hehehe tema LGBT dipake lagi :p
      Tengkyu sudah mampir :”)

  6. keren, sebenere saya udah bisa nebak kalo si pencerita itu cowok😀. tapi penceritaanmu yang manis itu lho mbak, suka sayanyah😀

    • Wah udah ketebak, yah… *urek2 tanah*
      hehehe
      Makasih, Mbak Fatma… :”)

  7. ealah,, hahah

  8. kayak gini gagal. yang berhasil kayak apa cobak.

    • Endingnya semacam maksa, Mbak. Awalnya kalimat terakhir itu ndak ada X_x

      • nggak sih menurutku. smoooth… diksi keren, enak ketika dibaca.

      • Wah, syukurlah kalo gitu. Makasih, Mbak Mel. Luka sama Laranya mbak Mel juga mantep ^^

  9. kemarin, baru selesai baca the palace of illusions, cerita pewayangan yang bikin saya terhanyut. cerita ini juga
    kemarin, saya juga sempat mengintip tulisan mbak nina di antologi cinta di salah satu toko buku. dan seperti cerita ini, saya juga terhanyut.
    ah, saya beruntung berkenalan dg mbak nina🙂

    • Kenapa diintip doang? Beliii! #eaaa #PenjualYangSukaMengintimidasi

      Sama-sama, Pak Guru. Saya belajar banyak dari Pak Sulung. Karena jaman sekolah dulu, motivasi belajar bahasa Indonesia cuma sekadar biar ulangan dapat 90 dan dapat bonus permen T.T

      Terima kasih banyak :”)
      *momen mengharukan ini dipersembahkan oleh…* *alah*

  10. weleh endingnya bikin gatel wekeke…

    • Sini dibantu garuk, Kak… *sediain sekop*
      Makasih sudah mampir ya ^^

  11. keknya FF ini menang lg lho Noichil😉

    • Wah… kayanya buanyak yg lebih bagus, Mbak. Saya suka tulisan Pak Sulung sama Mbak Mel, nih ihihihi
      Anyway… makasih, Mbak Orin ^^

    • Natania
    • July 11th, 2013

    bagus banget ceritanya, bahasanya seru hehe ^^
    btw bisa mampir ke blog saya? terima kasih😀

    • Tengkyu, Natania…
      Blognya manis banget ^^

        • Natania
        • July 11th, 2013

        wah, makasih kak😀

  12. Suka sama cerita yang mengangkat dunia pewayangan. Ceritanya juga bagus, Mbak. Cuma saya tergelitik sama judulnya. Emmm… Agak kepanjangan😀

    • Kepanjangan ya, Mbak…
      Lain kalo dibikin pendek deh hehehe
      Makasih :”)

  13. huaaaaaaaaaaaaaa, nggak nyangka ternyata barista nya cowok. keren idenya Mbak, hihihi

  14. Bahahaha, gombalan ksatria! Dan srikandi pun melted! Kayak coklat granule yg lumer dan membentuk lukisan di atas cappucinta! Huhuhuk.

  15. ehem.

  16. patah hati…
    berharap endingny sweet

    • Hehehe lain kali dibikin sweet, Lan😉
      Makasih yaaa :”)

  17. hehehe ternyata laki tapi diksinya manis hehe bagus kok🙂

  18. pertanyaannya seperti telah memporakporandakan formasi pertahananmu yah

  19. nina suka cerita wayang ya🙂
    ini bagus, menurutku. tapi memang masih bisa dipadatkan lagi.

    • Terlalu panjang, ya, Mbak…
      Oke oke… terima kasih sarannya, Mbak Latree ^^

  20. Aih aih… diksinya cakep banget…😀

  21. Bagus banget mbak penggambaran ceritanya…kerennn.

    • Ihiw… masih banyak yang lebih bagus, Rika. Tengkyu ya ^^

  22. Ini… keren banget dari awalnya hingga akhir…

  23. beberapa di antara tulisan mbak di blog ini saya baca dan selalu suka lho.. apalagi soal cerita yang dihubungkan dengan pewayangan, karena saya emang suka tapi nggak bisa juga bikinnya hehe..

    *kalau sempat kasih kritik dan saran di tulisan saya ya:mrgreen:

    • Wah terima kasih banyak, Mbak…
      Pecinta wayang juga?😀

    • ciz
    • July 20th, 2013

    xixixixixi….cowok ternyata…

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: