Ora Uwis Uwis

From: Deviantart

From: Deviantart

Perempuan itu datang lagi. Dalam mimpiku, tentu saja.

Ia menghampiri dengan senyum yang sama menawannya dengan lengkung bibir Marilyn Monroe yang menggoda. Letak tahi lalatnya pun sama. Tepat pada lipatan senyum di pipi sebelah kiri. Cantik.

Si Marilyn mendekat dengan langkahnya yang ringan. Ia hampir terbang. Bajunya yang tipis dan berwarna merah melambai-lambai terbuai angin. Penutup dadanya sedikit tersingkap. Payudaranya hampir saja terlihat.

Angin bertiup sekali lagi. Ah, sekarang sepasang payudara itu jelas terlihat. Indah sekali.

Aku menelan ludah.

Tepat saat perempuan itu mendaratkan sebuah ciuman di bibirku, sesosok perempuan berbaju putih berteriak dari kejauhan. Ia berlari. Cepat sekali. Tangannya yang berbonggol-bonggol dan bernanah menggapai-gapai di udara. Kukunya yang tajam terlihat berkilat di bawah sinar purnama.

Si Marilyn hilang. Melebur dengan udara. Sedangkan di hadapanku, perempuan berbaju putih menyeringai. Kedua matanya melotot dengan sangat mengerikan.

Aku berlari. Menyelamatkan diri.

Perempuan berbaju putih itu ikut berlari. Dan mengejarku dengan amarah yang membumbung tinggi.

Sial.

Aku terengah-engah.

Aku tahu.

Aku tak pernah bisa lari dari Lissa.

Dan…

Aku terbangun. Lissa yang tidur di sampingku, meronta-ronta dan menjerit. Aku berlari keluar dari kamar.

“Tolong … Istri saya kumat lagi!”

Dan Lissa masih saja meronta dan menjerit. Kini ia bangkit dari ranjang. Berjalan terseok-seok menuju aku yang mencari pertolongan untuknya. Lissa mendaratkan kedua tangannya di leherku dan mencekiknya dengan sangat erat.

Dua perawat laki-laki dan satu perawat perempuan menghampiri. Melerai kami.

Entah apa yang disuntikkan tiga orang tadi padanya. Mungkin obat yang biasanya. Perlahan, Lissa melepaskan cengkeramannya.

Aku lega. Sekarang, Lissa terkulai lemah di lantai yang dingin dengan mulut menganga.

***

“Kumat lagi?”

“Heeh. Kemarin kursi yang dikira istri. Sekarang guling. Ck ck ck ….”

“Kasihan. Stres setelah sang istri menikam selingkuhannya.”

“Iya. Lalu laki-laki itu tambah gila karena dihukum setelah menggantung istrinya sendiri.”

“Oalah. Kok ora uwis uwis ….”

***

Probolinggo, June 23th 2013

  • Sepertinya sudah banyak yang mengangkat tema seperti ini, ya… Baru nyadar pas tadi blogwalking T~T
  1. hehehe, jadi senyam senyum..
    keren mbak ,,,

  2. Oalah si aku ternyata yg gila ya. Eh judulnya itu “kok ora uwis uwis” maksudnya kan “kok tidak selesai2” bener nggak?

    • hehehe iya, Mbak Lianny… Artinya memang itu. Nyomot dari kalimat terakhir. Karena saya paling ndak bisa bikin judul T_T

      Makasih sudah mampir ^^

  3. suami gila, selingkuh si

  4. Nice.🙂

  5. Hihihi… bagus.
    Eh tapi baju kalo terbang kena angin itu tepat nggak ya pake kata: melawan angin. Apa nggak lebih tepat: terbawa angin? IMO🙂

    • Ah iya. Beneeer… Makasih ^^
      *langsung diganti*

      • hihihi… nggambarin wanita cantiknya itu, aku sukaa.. perempuan berbaju merah😉

      • Beneran mikir Marilyn Monroe xD

  6. eyampuuuun, ternyata si aku yg gila qiqiqiqi

  7. waaah mantab Nina..Twistnya dapat bgt😀

  8. cantik….
    Ending yang tak terduga🙂

  9. uwoo,, suaminya gendeng tho iki.
    bagus mbak, aku sellau suka sama diksinya, yang sederhana pun terkesan enak dibaca🙂

    • hehehe makasih, ya…
      sebenernya agak ndak puas sama cerita ini. Ternyata banyak ide serupa T~T

  10. ternyataaaa gila ya dia.
    baguuuss😀
    eh tapi judulnya ko kayak ada unsur komedi gitu ya? ora uwis uwis. hehe *IMO*

    • Karena saya bingung mau ngasih judul apa T_T
      Dan Kak Putri adalah orang keseributigaratuslimapuluhenam yang bilang judulnya ‘janggal’ xD
      ada saran? ^^

  11. Wis ora-ora hehe…, aku pikir Lissa yg gila😀

    • Hehehe halusinasinya sang suami, Mbak. Makasih sudah mampir ya :’)

  12. FFnya bagus, Mbak. Tapi saya kurang suka yang endingnya gila. Kayak ending mimpi dan bunuh diri hehehe….

    • Seharusnya dibikin kaya inception aja kali ya… xD
      Makasih sudah mampir ^^

  13. hehehehehehe iya, banyak yg ceritanya pada gila😀

  14. 😀

  15. 😀

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: