Ayam

image

credit: dokumentasi pribadi Hana Sugiharti

Konon, jika makanan kita bersisa, maka akan ada ayam yang mati. Kamu percaya? Aku tidak.

Jika makanan kita bersisa, maka kita akan memberikannya pada ayam-ayam yang kelaparan. Maka ayam-ayam itu akan tetap hidup. Bukankah begitu?

Tsk. Aku tahu, mitos itu diungkapkan orang-orang agar aku mau makan. Ibu bilang, membuang makanan itu tidak baik. Mubazir.

Konyol. Menggelikan. Jika membuang makanan itu tidak baik, maka apa istilah untuk Ibu yang sudah membuang anaknya sendiri?

Tidak. Aku tidak akan makan. Aku akan memakan makanan yang disuguhkan tangan Ibu saja.

Maka kubuang seluruh makanan yang mereka berikan. Setiap hari, kulemparkan piring-piring berisi nasi dan lauk ke luar jendela. Dan aku bahagia. Setidaknya, makanan yang kubuang itu dipunguti induk ayam dan anak-anaknya.

Sedangkan aku? Setelah dibuang Ibu, aku kedinginan di sini. Di ruang sempit dan pengap di panti asuhan yang bobrok ini. Mencoba mengabaikan rasa lapar pada massa otot yang semakin mengecil. Mencoba bertahan dengan tulang yang bergemeretak dan hanya terbalut kulit. Mencoba mengabaikan tatapan jijik dari teman-teman dan pengurus panti.

Dan hari ini, makananku bersisa banyak sekali. Kubuang piring dan isinya ke luar jendela sekali lagi. Esoknya lagi. Dan esoknya lagi.

Setiap hari, induk dan anak-anak ayam di luar jendela kamarku semakin menggila. Dan akhirnya, mitos bahwa membuang makanan menyebabkan ayam mati itu kupercaya. Mereka semua mati kekenyangan setelah menikmati tubuhku yang mati kekeringan.

***

Malang, June 16th 2013
* Pengembangan dari tweet saya: MAKANKU BERSISA. Ayam peliharaanku menggila. Mereka mati kekenyangan, setelah menikmati tubuhku yang mati kekeringan. (10:56 PM, 24 May 2013)

  1. Kasihan…😦

  2. kyaa.. ternyata si aku mati.

  3. cucoook endingnya😀

  4. plak itu endingnya horor, tapi setuju sama 2 paragraf intronya, kadang lucu juga nginget ketakutan ayam2 itu bakalan mati klo makanannya gak abis :)))

    • Hehehe mitos aneh yak… :p

      • hahaha hooh, mungkin orang2 dulu nganggep mitos itu lebih mudah dicerna anak daripada harus dengan penjelasan panjang lebar, dan sepertinya generasi2 setelah mereka gagal menangkap makna dibalik mitos2 itu dan kita hanya bisa manut sama keterjebakan pemahaman itu

  5. Nice🙂

    • terima kasih, Mbak Carra :’)
      Postingan pertama untuk FF, nih ^^

  1. January 28th, 2014

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: