[BeraniCerita #15] Lima Belas

GettyImages

GettyImages

Sebuah film diputar di kepalaku. Sebuah pertemuan sepasang anak laki-laki dan perempuan yang masih lugu di pos satpam yang kosong di depan sekolah. Keduanya terbalut seragam putih dan biru. Keduanya terjebak hujan. Anak laki-laki itu menoleh pada anak perempuan yang bibirnya membiru dan tubuhnya menggigil kedinginan, “Siapa namamu?”

Saat itu aku tidak terlalu mendengar sebuah nama yang ia sebutkan. Suaranya yang lembut tersapu debur hujan. Yang kutahu, anak perempuan ini adalah bidadari yang jatuh dari surga*.

***

I’m fifteen for a moment
Caught in between ten and twenty
And I’m just dreaming
Counting the ways to where you are

***

“Bagaimana keadaanmu?”
“Buruk. Seharusnya kamu tanya bagaimana perasaanku.”
“Baiklah. Bagaimana perasaanmu?”
“Aku luar biasa merindukanmu.”

***

I’m thirty three for a moment
Still the man, but see I’m of age
A kid on the way
A family on my mind
The sea is high
And I’m heading into a crisis
Chasing the years of my life

***

“Di saat-saat seperti ini, seluruh memori berdatangan di kepalaku. Dan di setiap framenya, selalu ada kamu.”
“Benarkah? Apakah aku terlihat cantik?”
“Kamu selalu terlihat cantik. Dan aku bingung harus menyaksikan koleksi memori yang mana dulu. Semua hal bersamamu selalu membuatku tersenyum.”
“Termasuk ketika aku memergokimu makan siang berdua sekretarismu yang seksi itu?”
“Ah, ya. Itulah satu-satunya kenangan di mana wajahmu terlihat mengerikan. Dan itu membuatku sadar. Aku tidak ingin melihatnya lagi seumur hidupku.”
“Dan kamu berhasil.”

***

Half time goes by
Suddenly you’re a wise
Another blink of an eye
Sixty seven is gone
The sun is getting high
We’re moving on

***

“Pasti kamu sudah kangen sekali padaku…”
“No doubt. I miss you everyday.”
“Maaf. Aku telah meninggalkanmu cukup lama.”
“Tidak perlu minta maaf. Aku tahu kamu merindukanku juga.”
“Sangat. Aku sangat merindukanmu.”
“Haruskah aku menemuimu lebih cepat?”
“Tidak perlu. Bersabarlah.”

***

I’m ninety nine for a moment
Dying for just another moment
And I’m just dreaming
Counting the ways to where you are

***

Sedikit lagi. Lima belas menit lagi, bisiknya.

Kudengar sebuah suara nyaring dan memekakkan telinga dari alat yang ujung-ujung kabelnya tertempel di dadaku. Disusul pekik tangis histeris yang mengiris serta sentuhan terakhir pada tubuhku yang tak lagi bergerak.

Dan aku tersenyum. Setelah penantian panjang yang melelahkan dan menyakitkan, akhirnya anak laki-laki berseragam putih-biru itu akan kembali bertemu dengan bidadarinya yang sudah menunggu di surga sejak lama.

Fifteen, there’s never a wish better than this
When you only got hundred years to live

***

Malang, June 8th 2013
* Lirik lagu Coboy Junior – Bidadari
** Five For Fighting – 100 Years
*** Again. No twist. Karena saya lupa caranya -“-

image

  1. Malah ngakak baca bagian ini: Again. No twist. Karena saya lupa caranya 😆
    tpi ceritanya sweeeeeeeeeeeeeeeet. Suka!

    • Heeeh… kok malah ketawa, sih? Ini masalah seriyuuus! >,<

    • junioranger
    • June 8th, 2013

    Kombinasi unik tp rada ga ngeh krn kebanyakan petikan lirik lagunya🙂

    • Hehehe… sayang lirik lagunya bagus soalnya ^^ (alasan level tiarap)
      Kebanyakan, yah? Niatnya sih mau ngepasin sama percakapannya. ( ,_,)/|gagal|

        • junioranger
        • June 8th, 2013

        tetep keren. kbnykan cuma menurutku. mungkin mnrut yg laen porsi pass🙂

      • Iya ya… kesannya mah ngabisin jatah kata aja, nih T~T
        Tengkyu sarannya Ranger ^^
        Bibipip bibipip… *alah*

    • asdar
    • June 8th, 2013

    Ndak ngerti ceritanya……

    Bingung

    • Karena kebanyakan percakapan, ya… hehehe ^^

        • asdar
        • June 9th, 2013

        setelah baca 3 kali baru ngeh sama ceritanya ^^…….ternyata lirik lagu itu benang merah dari keseluruhan cerita rupanya

        nice !!!

      • Hehehe iya, dok. Makasih, ya… Sampe dibaca tiga kali, nih T.T

  2. Waduuhh, sad ending ato justru happy ending ini ya?😀
    Tapi manis banget, Say… as usually😀

    • Entahlah… sad atau happy ending itu sawang sinawang *alah*
      makasih ya ^^

  3. another sweet story from Noichil *tepuk tangan*🙂

    • Kyaaa… sayah dapat tepuk tangan mbak Orin :’)
      makasih, Mbak ^^

  4. Unyu2 ya ceritanya😀

    Salam..

    • Hehehe salam kenal ^^
      Makasih sudah mampir ke sini, Kak… :’)

  5. so sweet …

  6. Mbak nina kalo bikin cerita mesti manis kok, heran aku😀

    • Hyaaaa… kok heran T.T
      I’m too lazy to think about twist. Emang ndak bisa (dan ndak mau nyoba #selftoyor)
      ya udahlah… gini aja bisanya T~T

  7. Jadi ini diajak mati yah mbak?
    Hemm saya bingung hahaha..
    *mikir keras*

    • Hehehe selamat berbingung riaaa. Sepertinya sayah gagal membuat ceritanya. Terlalu implisit, ya… T.T

  8. Aseek! Liriknya masuk smua… Sambil karokean, ah… Hehehe, sambil nikmatin manisnya jalan cerita!

    • Kebanyakan lirik ya, Kak T~T

      • Abis tadi baca fiksinya, skrg baca komen2nya! Hehehe, gue rasa noichil bisa, wong pernah jadi yg terbaik juga kan?

        Hayuu… Cmungudhna!

      • ahahaha makasih, Kak.
        Saya semangat, kok. Cuma akhir-akhir ini saya malas mikir twist X_x (kebiasaan buruk). Kurang baca juga, sih… jadinya sering ndak punya ide ehehehe…
        Makasih banyak, ya ^^

  9. Rasanya campur aduk. Nyesek ada, sedih ada dan dibuat manis karena si kakek akan bertemu bidadarinya..🙂

    Cerita Noichil selalu penuh cintaa..🙂

    • iya, nih…
      Selalu mentoknya ke tema cinta dan teteknya yang bengek itu T~T

      Makasih sudah mampir, Mbak Rini :”)

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: