[BeraniCerita #12] The Right Shoes

Diperankan oleh model drg. Puteri Gading ~ plus pinjeman propertinya xD

“Belum nemu juga?” tanyaku.

Yang ditanya hanya melirik sengit dan melanjutkan aktivitasnya. Memilih-milih sepatu. Sedangkan aku yang sudah bosan cuma bisa duduk di sebuah sofa lembut dan bermain-main dengan ponsel di tanganku.

“Lo mau cari sepatu yang kaya gimana, sih? Gue udah capek muterin mall selama hampir empat jam dan lo masih aja belum nemu sepatu yang pas. Puh-lease…”

Tiba-tiba tubuh Kania menegak dan menoleh padaku. Pandangan matanya nampak seperti bisa mengeluarkan cahaya laser dari sana.

“Bisa, enggak, lo diem aja, duduk di situ dan enggak usah cerewet kaya perempuan?”

Buset.

Perempuan yang berbelanja adalah perempuan yang mengerikan. Kalian pernah melihat segerombolan ibu-ibu menyerbu keranjang pakaian diskon? Pernah berpikir bagaimana mereka mampu bertahan berdesak-desakan di antara puluhan, mungkin bahkan ratusan ibu-ibu yang sama liarnya? Hanya demi barang diskonan? Ah, aku enggak pernah mengerti perempuan.

“Bagus yang ini atau yang ini?” tanya Kania sambil menggoyangkan sepatu boot dengan sol rendah berbahan kulit yang lembut, berwarna cokelat di tangan kanannya. Sedangkan di tangan kirinya, tersemat stileto yang tingginya sekitar dua belas sentimeter beraksen tali berwarna merah cerah.

“Lo bandingin sesuatu yang beda. Gue enggak bisa milih. Lagian, kalo memang pendapat gue segitu pentingnya, kita udah pulang dari tiga jam yang lalu,” sengitku.

“Pendapat lo penting sebagai laki-laki. Tapi tetep, gue yang nentuin apa yang gue pake.”

Aku mulai merasa, perdebatan ini sudah menarik banyak perhatian. Dari ujung mata, aku bisa melihat ada tiga penjaga kasir yang sibuk berbisik-bisik sambil mengarahkan kerlingannya pada kami. Mungkin mereka mengira, kami adalah sepasang muda-mudi yang sedang bertengkar siapa yang harus membayar sepatu-sepatu Kania.

Deal. Lain kali, jangan ajak gue kalo lo belanja sepatu,” ujarku. Diam-diam aku bisa merasa otot-otot gastrocnemiusku sudah dipenuhi asam laktat. Nyeri. Aku tidak bisa membayangkan, bagaimana Kania bisa bertahan berjam-jam mengelilingi mall ini dengan menggunakan sepatu hak tingginya. Sekali lagi, perempuan yang berbelanja itu menakutkan.

“Dimas… Jangan bawel! Lo juga butuh sepatu. Lo liat dong sepatu kets lo udah butut dan buluk begitu,” katanya sembari menunjuk sepasang sepatu kets merah yang memudar di kedua kakiku.

Aku berdiri dan terkekeh. “Jangan menghina. Sepatu ini udah nganter gue menjelajah keliling dunia. Nah, sepatu-sepatu mahal lo udah nganter lo ke mana?” kataku sambil menunjuk sepasang sepatu hak tinggi berwarna hitam di kedua kaki Kania.

Wajah Kania merah padam. Ia tahu benar, aku senang mengolok-oloknya yang bahkan hingga saat ini belum juga memiliki paspor untuk pergi ke mana-mana. “Tsk… Gue cuma belum nemu sepatu yang tepat! Lo tau… Give a girl the right shoes and she can conquer the world*. Dan sekarang, gue sedang mencari sepatu itu,” elaknya sambil mengacungkan kedua sepatu di kedua tangannya yang belum juga kukomentari.

Aku tertawa dan berjalan ke arahnya. Kuraih kedua pasang sepatu yang sedang digenggam Kania dan mengembalikan keduanya ke tempat semula. “Lo udah nemu. Cuma lo belum nyadar.”

“Maksudnya?”

Kurangkul bahunya dan menggiringnya ke luar gerai Jimmy Choo ini.

“Pake sepatu apapun, lo udah naklukin hati gue. Dan mulai saat ini, ijinkan gue  untuk jadi dunia lo.”

***

Malang, May 20th 2013

Note:

* Quote oleh Marilyn Monroe

Mari ikutan berflashfiction ria! Cek laman Berani Cerita di http://www.beranicerita.com/ ^^

  1. aiiihh….gombalnyaaa qiqiqiqi. sweet story noichil😉

  2. berasa nonton Sex and the City. Hihi:mrgreen:
    E tapi, prompt-nya Sepatu Butut kan ya?
    Kok ga ketemu? Hehe

  3. waaaaa… nggak kuat gombalannya. Mau aku digombali gitu… *melted*

    • Baiklah… nanti mbak mel saya gombali :’)
      *gagal paham*

  4. Selalu suka diksinya noichil.. dan kali ini saya juga suka gombalannya..:mrgreen:

    • irfanaulia
    • May 20th, 2013

    Komentarku singkat aja…

    Eaaaaaaaaa x))))))

    • Mwahahaha…
      Kalo gombalan ini dicoba di dunia nyata gimana hasilnya yah… x))

        • irfanaulia
        • May 20th, 2013

        Gagal, Chil *elus-elus pipi yang ditampar*

      • kyaaa… *coret skenario ini dari daftar gombalan*

  5. So swettttt….

  6. eciieee… gombal lagi…
    huhhh.. sekali kali pake namaku ya mbak, biar aku yang berasa digombalin,,hihi

    • Hmmm nanti dicoba. Mudah2an prompt kamis besok cocok #eaaaa x))

  7. Wow…so sweet…

  8. Manisnyaaaa….sayang jamanku dah lewat qiqiqiqi….
    *berasa jadi manusia gua

    • Ndak ada kata ‘lewat’ untuk menjalin romantisme, Mbak. Ayo semangat! #ahem :’)

  9. Wah! Canggih nih cerita! Sumpah, gue jujur!🙂

    • Waduw, canggih dari mananyaaa xD
      Isinya ndak lebih dari sekadar gombalan gini (,_, )7

  10. iya…gombal ah… *mestinya Dimas pake trik ini sejak tiga jam lalu.😀

    • Ahahaha iya. Karena ndak kreatif bikin twist, jadinya nggombal aja deh –“

    • junioranger
    • May 23rd, 2013

    Mau dong di gombalin *Plak

  11. how sweet😀

  12. Wiih…rayuane mauut… *ndaftar di OVJ gih..*🙂
    nice story, Nin..

  13. waaaa… yang unyuu gini juga ciamik.. keren banget kak Chil bisa semua genre… okee-okee bangettt *0*b

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: