[BeraniCerita #09] Gadis Bermata Hampa

image

If you judge people, you have no time to love them. [Mother Theresa]

***

Gadis itu terduduk hampa di depan teras rumah. Seperti biasa. Seperti hari-hari sebelumnya. Matanya tampak memandangi jalan berbatu yang dibasahi hujan. Atau anggap saja, dia memandang hujan. Entahlah. Tapi memang sejak lama, telaga di matanya tidak terisi apa-apa.

Tiba-tiba, sebuah kilatan melintas. Petir membelah langit di hadapannya. Suara gelegar memecah gendang telinga. Tapi gadis itu tetap terduduk hampa. Jangankan rasa takut. Getar tubuhnya pun tiada.

Aroma yang menggiurkan menyeruak diam-diam di antara wangi hujan. Aku menoleh. Kutemukan ibu sang gadis meletakkan sepiring pisang goreng di meja. Tepat di hadapan si gadis bermata hampa.

“Dimakan dulu, Nduk…” katanya.

Jelas sekali terdengar, suaranya bergetar.

Tapi hanya ada sunyi. Selanjutnya, yang menjawab adalah dentuman air dari langit yang menggempur tanah yang berlumpur. Diiringi degup jantung sang ibu yang merana melihat anak gadisnya merana.

“Sudah puas?” tanya sang ibu padaku. Ada benang-benang halus di dalam suaranya yang siap terputus. Kristal-kristal air merebak di ujung matanya. Tapi aku tetap berpura-pura, seakan kepedihan itu tidak pernah ada.

“Anakmu seperti mayat hidup!”

Ia berteriak padaku.

“Aku hanya ingin melindunginya, Bu,” kataku lirih.

“Jahat bukan kata yang tepat untukmu, Pak. Kamu iblis!”

Aku bergeming. Tersenyum. Kutinggalkan istriku yang bersimpuh, menangis dan memeluk kaki anak gadisku yang bermata hampa.

“Setidaknya, dengan begini… ia tidak akan hancur dan patah hati karena mencintai hati yang gemar menyakiti,” tegasku.

Kudekap sebuah kotak emas yang bergemeretak, tempat jantung anak gadisku tergeletak dan berdetak-detak.

***

Ruang tunggu bandara Doha, Qatar.
April 27th 2013

image

  1. uhuk. metafora oh metafora. harus baca berulang2 nihโ€ฆ Bapak bunuh anak ya buk?:(

  2. Ihiy, ini baru juara. Twist dapet, diksi juga oke.
    Dan lagi, cerita ini logis karena ada sebab-akibat dalam ceritanya.
    Jadi si bapak ini posesif, ya? Takut anaknya disakiti orang, ia sengaja menyimpan jantung anaknya?
    Padahal di awal baca kirain bakal berujung ke inses. Hehe

    • Ndak kepikiran apa2 lagi soalnya… Bikin coretannya di ruang tunggu pula x))
      makasih, sulung ^^

      • wah, ndak kepikiran apa2 aja udah sebagus ini. apa lagi kalo serius mikirnya? hihi

      • Ndak pernah serius sih sebenernya. Berantakan terus x)))

  3. *idem*

    • asdar
    • April 28th, 2013

    Kayak Davy Jones ya dok!……keep the heart beating at the other chest,
    Lagi2 ending yg ndak terduga,…..great ^^

    • O iya, malah lupa sama si Davy Jones. Makasih sudah mampir, Dok ^^

  4. Fiuh, butuh tenaga dalam buat bacanya, beurat euy bahasanya๐Ÿ˜€
    But, keren! Salah satu nominasi juara lagi nih.. ^^

    • Masih jauuuh kalo dibilang nominasi. Yang lain pada jago bikin FFnya ^^
      makasih sudah mampir, dok๐Ÿ˜‰

  5. uuwwww…..jadi gadis itu hanya tubuh tanpa hati??ooww….
    kuereeenn!!๐Ÿ˜€
    kayak di indiana jones, bisa ambil jantung orang…hiiiyy!!

  6. wah saya gagal paham ini …๐Ÿ˜€

    • Berarti saya gagal nulis T.T
      Makasih sudah mampir ya… ^^

  7. Waduh… serem euy, jantungnya ada di kotak emas๐Ÿ™‚

    • Mumpung harga emas lagi turun x))
      makasih sudah mampir ^^

  8. Diksinya juara..๐Ÿ™‚

    • Makasih sudah mampir sini, Mbak Rini ^^

      • Selalu suka cerita Noichil. Diksinya bagus..๐Ÿ˜€

      • Kyaaa… alhamdulillah kalo suka. Di berani cerita, saya juga belajar banyak dari semuanya, termasuk Mbak Rini :’)
        makasih banyak, mbak…

  9. Mayat hidup? Tapi jantungnya dikotakin? Emg bisya? Susunan katanya yg gue suka! Twisterending!๐Ÿ˜‰

    • Memang ndak bisa sih. Niatnya mau bikin semacam kiasan. Tapi rupanya gagal :p
      Makasih sudah baca beserta saran-kritiknya yah ^^

  10. manusia bisa idup tanpa jantung ya mbak? *pertanyaan OoT*

    Tapi keren inih mbak, kata-katanya indah pula…

    • Ternyata membuat kiasan atau metafora itu susah ya T.T #GagalNulis

      Makasih sudah mampir sini, mbak Rini ^^

  11. bagus๐Ÿ™‚

  12. metaforanya buatku sudah cukup jelas kok mbak, dan jadi nge-twist bgt cerita ini *jempol*๐Ÿ˜‰

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: