[BeraniCerita #08] Sebuah Rahasia

cup_lipstick_stain

“Marni baru pulang?”

Aku sangat mengenal suara bariton yang terdengar seperti dihuyungkan angin itu. Berikut dengan aksen hinaan yang tidak pernah tertinggal. Jam tiga pagi. Parto pasti mabuk lagi. Aku hanya menoleh membalas pertanyaan ketua RT itu dengan tersenyum. Kemudian menghilang di balik pintu.

Dengan langkah hati-hati, aku menuju kamar dan memastikan Rian masih tidur dengan nyaman. Aku membelai wajahnya. Dan menikmati sekelumit cinta di antara dengkur halusnya.

Lampu lima watt kamar ini masih menyala. Tapi sudah temaram. Seperti cahaya pekerja malam yang semakin memudar setiap ada bibir yang mengisap sarinya. Seperti aku.

Aku membuka blus biru bermotif bunga tanpa lengan dan segera menghapus riasan yang tebal di wajahku. Di ujung meja kayu yang lapuk, ada secangkir teh yang telah dingin. Aku tersenyum. Pasti Rian yang sengaja menyiapkannya untukku.

Kusesap teh itu perlahan.  Ada bau jamur dan lembab di rumah tripleks ini. Ada sejumput rindu di setiap dentingan sendok ketika Rian mengaduk minuman tanpa gula ini untukku. Ada lara yang merambat pelan saat kuingat kalimat yang selalu kugunakan untuk menipunya.

Kujauhkan cangkir yang telah kosong dan memandanginya. Ada sisa noda lipstikku di bibir cangkirnya. Ada bilur air mata yang serta merta jatuh tanpa sanggup kutahan. Ada ratap yang sekian lama menyergapku dengan sangat rapat.

Tapi demi Tuhan, aku tidak pernah menginginkan ini.

Tiba-tiba aku mendengar suara selimut disibakkan. Aku menolehkan kepala ke kanan. Dalam hati aku berdoa, agar ratapku tidak membangunkan Rian.

Namun terlambat. Anakku yang berusia sepuluh tahun itu sudah duduk dan kini tengah mengusap-usap mata dengan punggung tangannya.

“Bapak pulang?”

Rian terbelalak ketika mendapati wajahku yang belum sepenuhnya dibersihkan. Dan wig di tangan kananku terjatuh, di atas sebuah seragam hansip berwarna hijau yang bertuliskan Marno di bagian dada kirinya.

***

Malang, 18th April 2013

banner-BC#08

PS: Udah bingung mau bikin apaan. Flashfiction ini dibuat untuk menjawab tantangan biar ndak absen. Ahiks… T_T’

  1. critane jadi waria mbak?

  2. Noichil, meskipun ending tidak luar biasa, tapi aku selalu suka gayamu bertutur.. Salut..🙂

    • irfanaulia
    • April 19th, 2013

    Bagus kok. Diksinya keren😀

  3. sevetulnya penuturan nya okehhh banget.

    tapi endingnya agak gimana gituhehe

    • Maaf, mbak… maklum, tulisan pemula dan amatir😦
      makasih sudah mampir ya ^^

  4. Kasihan Rian, punya ayah dua wajah🙂

  5. waria…:)
    kenyataan sehari2 ya mbak

  6. Kok bisa seorang bapak yang selama ini menutup2i dan berhati2 dengan pekerjaannya di malam hari, lupa menghapus riasannya?
    Kalau saja diberi alasan kenapa ia lupa menghapus riasan, mungkn ceritanya terasa lebih masuk akal🙂

    • Ah iya juga…
      Mungkin karena yg nulis fiksinya suka maksa, nih. Jadinya ndak logis gini x))

      Makasih sudah mampir dan meninggalkan jejak aksara di sini ^^

      • Iya mbak. Misalnya gara2 dikejar Kamtib ia jadi lupa melepas wignya waktu sampai di rumah😆

      • Ahahaha sarannya ajib😉
        Makasih ya ^^

  7. Aish.. Jadi Rian nggak tahu kalau bapaknya waria ya? Oh iya, cuma mau share aja. Di sini, kalau satpam seragamnya putih – hitam. Kalau hijau itu hansip kan ya?

    Dan seperti biasa.. Diksinya keren!🙂

    • O iya mwahahaha… Baru nyadar T.T
      Tuh kan banyak ngaconya *sigh*

      Makasih atas sarannya, Mbak Rini ^^

      • Sama-sama Noichil..🙂

        Nggak ngaco ah. Diksinya keren. Dan sesama penantang berani cerita kita, mari kita saling mengingatkan..😀

      • Makasih mbak :’)
        sudah kuganti jadi hansip, btw x)))

  8. wah ternyata Marni vs Marno …😀

  9. Kasian anaknyaa😦 jadi inget pernah nonton cerita realnya di tv.

  10. iyya, diksinya keren🙂

  11. kenapa nama malamnya nggak Maria aja…biar beda gitu? *pertanyaan macam apa ini?😀

    • Iya juga ya… hmmm… #BerpikirKeras
      Makasih sudah mampir ya ^^

  12. Entah knp tema cowok yg terpaksa jadi cewek seakan2 jadi tema yg ctarr ngetwist-nya! Satu kata kunci: gaknyangka!

  13. Diksinya bagus mbak, sukaa.. Well, itulah ff kudu ada twist dan terkadang karena mengejar twist, endingnya kadang menjadi absurd, gag seusai logika dan terkesan maksa.
    Nyante aja mbak biar twistnya gag cetar😉 tapi ada twist tuh..
    Aq jg kadang mumet mikir twist hahahaha
    Salam kenal mbak😉

    • Saya memang ndak bisa bikin cerita dengan ide luar biasa. Karena isi kepalanya biasa aja x))
      Makasih sudah mampir dan meninggalkan jejak aksara di blog saya :”)

  14. seperti biasa, diksinya keren bgt noichil, aku sangat menikmati baca FF ini. Samar bisa ketebak sih endingnya seperti apa, tapi karena penuturannya asyik, ceritanya tetap asyik😉

    • Yah… Kalo ketebak ndak mungkin menang banner nih T_T #eaaa :p
      Makasih sudah mampir sini, Mbak Orin :’))

  15. Makasih udah ikutan Berani Cerita ya noichil🙂
    Semua bagian udah bagus, namun tema lipstik di cangkirnya masih belum kena. Akan lebih pas ketika Rian terbelalak, si Marni sadar make-upnya belum terhapus, karena dia melihat bekas lipstiknya di cangkir yang baru ia minum🙂

    Good work, keep it!

    • Kalo ini sih bukan good work, mbak x))
      makasih sudah nyempetin baca postingan ini ^^

    • ndazhou
    • May 14th, 2013

    selalu tak bisa ditebak endingnya..

    keren!

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: