[BeraniCerita #06] Seharusnya Kukatakan Saja

love time

Seharusnya kukatakan saja!

Rino menyesal telah pamit begitu saja setelah mengantar perempuan itu pulang ke rumahnya. Di kepalanya, bayangan Ara menari-nari sambil tersenyum tanpa henti. Di kepalanya, ada Ara yang merapikan poninya ke belakang telinga, menunduk setelah melirik malu-malu, lalu mengaduk-aduk cawan es krimnya untuk mengelabui rasa deg-degannya karena Rino memandangnya tanpa kenal jemu.

Seharusnya kukatakan saja!

Ini adalah bulan kelima mereka berkencan. Atau anggap saja begitu. Saling membalas pesan, nonton film romantis berdua dan saling mengucapkan selamat malam. Apa lagi namanya jika bukan berkencan? Bahkan Rino pernah mendaratkan sebuah kecupan di pipi kiri Ara. Dan selama lima bulan ini pula, Rino tak pernah mengucapkan kata ‘cinta’. Ah, seharusnya Ara tahu itu. Rino tahu, Ara bukan perempuan dungu.

Tiba-tiba, nasehat ayahnya terngiang-ngiang di kepalanya. Cinta itu masalah nyali. Ia akan menghampiri siapa saja yang berani memiliki. Cinta itu juga masalah waktu. Ia akan menghampiri siapa saja yang mengungkapkan keberanian itu lebih dulu.

Baiklah. Akan kukatakan sekarang juga!

Rino memutar balik mobilnya dan kembali menuju tempat ia menurunkan perempuan yang selalu menjadi aktris di setiap mimpi-mimpinya. Dalam perjalanan, jantungnya terpacu oleh adrenalin yang berdentuman. Napasnya semakin cepat. Ini euforia. Dan Rino bisa merasakan endorfin mulai mengisi tiap kapiler tubuhnya.

Tak perlu waktu lama, Rino akhirnya sampai di rumah bergaya Jawa kuno yang cukup besar. Halamannya luas dengan beberapa pohon beringin. Tampaknya rumah ini adalah rumah turun-temurun.

Tok, tok! Rino mengetuk pintu.

Tak lama pintu dibuka. Rino terkejut melihat sosok yang berada di hadapannya.

Seluruh endorfin itu lenyap. Bahu Rino melemas dan lunglai. Ada sepotong hati yang tercabik dan terberai.

Ayah benar. Cinta itu masalah nyali dan waktu. Di hadapannya, ada lelaki yang sudah jelas lebih bernyali dalam berburu waktu. Tangannya melingkar dengan nyaman di pinggang perempuan perampas hatinya.

Rino hanya sanggup tersenyum canggung. Dalam hatinya ia membatin, pengalaman memang tidak dapat menipu. Ayahnya, telah berani memiliki Ara lebih dulu.

***

Malang, April 4th 2013

banner-BC#06

  1. Weits!, kayaknya si Ayah lebih ganteng dari Rinonya yah..😀

    • Yang jelas, pengalaman tidak dapat menipu ^^
      terima kasih sudah mampir, Mbak Aisyah :’)

  2. blogwalking ah.. nyapa si noichil

  3. Waduh, endingnya surprise banget😀

    Eh, tapi ada typo, Say: “nasehat ayahnya terngiang-ngiang di kelapanya”😀

    • astaghfirullah… Kayanya saking ngantuknya nih jadi typo T_T
      makasih atas koreksinya, Mbak :’)
      *sodorin es krim choco vanilla*

  4. wah memang tua-tua keladi ya …😀

    • asdar
    • April 5th, 2013

    Dari judul sama paragraf awal,jalan ceritanya sdh bisa ketebak…..cuma bener2 ndak nyangka kalo endingnya kaya’ gitu,good job doc^^

  5. Another unpredictable ending! Bravo mbak Nina, kecele lagi saya, haha..🙂

    • wulanwahyudi
    • April 5th, 2013

    nin…
    hobby banget nih kyknya tema dengan cinta tak berujung bahagia
    request dung yang happy ending🙂

    • Ahahaha
      Kalo flashfiction memang ada twist yg biasanya tak terduga :p

      Tapi ada banyak yg happy ending kok, Lan ^^

  6. ini..ini…nyaris mirip ceritaku http://myredstrawberry.blogspot.com/2013/01/hari-ke-18-kejutan.html cuma beda cara penulisan.

    ga ada yg lebih seru dari twist di FF!! hahaha… :p

    • Eh iyaaa…
      Baru nyadar aku x_X
      Iya, twist FF memang juara… kalo bisa bikinnya T.T

      • yeah, FF memang gampang-gampang sulito_O

        semangat chiiillll!!!! ~~~(*\’o’)/*

  7. yak gak nyangka banget endingnya kayak begini😄
    sakit tuh pasti yg jadi Rino :”

    • Hehehe kasian Rino…
      Makasih sudah mampir, mbak Rokhmah ^^

  8. suka endingnya.🙂

  9. keren bgt sh…kpn yaa aq bisa bkin crita sbagus tu . . .

  10. Bapak sama anak balapan? Bhahaha, kena keren’na!😉

  11. ini bapak sama anak, seleranya sama ta?

  12. Yahhh…keduluan deh sm si ayah hihihihi.
    keep writing Noichil😉

  13. Wiiih, mantap.
    Gak ada satu dialog pun, tapi ceritanya mengalir dan menyatu dengan prompt-nya. Gak terlihat ada patahan cerita.

    Pesan moralnya dapet. Jangan pernah (sekali lagi, jangan pernah) membuat wanita menunggu, maka dia akan lebih memilih yang pasti2 saja. Bukan begitu? Hehehe…😀

    Eh, eh, tapi waktu Rino mendaratkan kecupan di pipi Ara, berarti Ara merasa sedang dicium calon anak tiri yah hihihihi… ^^

    • Ya, Ara termasuk perempuan PHP #eaaak

      Makasih sudah mampir. Dikomen pemenang bertahan rasanya bangga banget :”>

  14. persaingan bapak dan anak yang ketat tampaknya🙂
    nice story..!!

  15. Aish… Nyesek pasti ini..😀

  16. >,</ yang muda kalah action

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: