[BeraniCerita #01] Tiga Hati Dua Cinta

Selalu ada waktu untuk berdua. Seperti malam ini. Seakan-akan, cahaya rembulan yang keperakan adalah satu-satunya cahaya yang bisa menembus hati kami yang digelapkan rasa. Pilar-pilar yang kokoh di rumah ini turut menopang asmara kami yang terlanjur melayang hingga ke awan.

Selalu ada waktu untuk berdua. Seperti malam ini. Ia memelukku. Kubisikkan kata rindu. Meski harus bersembunyi, tapi cinta bukanlah sesuatu yang bisa kau suruh untuk berhenti.

Selalu ada waktu untuk berdua. Seperti malam ini. Dan malam-malam panjang sebelumnya. Ia menciumku. Kulumatkan sejuta nafsu. Dan napas adalah melodi yang mengambang dan bergema di segala penjuru rumah yang telah rapuh.

Dan terdengar suara kayu yang berderit nyaring. Kami mematung dan menerka-nerka. Sepertinya, pintu rumah tua ini terbuka.

Waktu yang kami harap berhenti, kini terpaksa berputar kembali. Kami harus melepaskan jerat yang membelenggu.

Aku bangkit, menuju dapur, dan berpura-pura sedang membuat makan malam. Dia menegakkan tubuhnya, menyalakan televisi dan berpura-pura membaca koran tadi pagi.

“Luna, buatkan kopi ya,” kata ayahku, lelaki yang baru saja menerobos di antara kesyahduan temali hati kami. Ia melonggarkan ikatan dasi berwarna merah marun dan duduk di sofa.

“Siap, Bos!” jawabku.

Kulemparkan seutas senyum dan segera menyiapkan kopi hitam untuknya. Dua sendok kopi, satu sendok krim, tanpa gula, dan aduk dengan arah berlawanan dengan jarum jam. Sempurna.

“Seharian ini ngapain aja?”

Tiba-tiba aku mendengar suara ayahku berbicara pada kekasihku. Seluruh tubuhku mendadak kelu. Diam-diam, kulirik ayahku yang kini sedang duduk berdua dengannya.

Mesra.

Sial. Melihatnya saja sudah membuat perasaanku berhamburan. Berantakan.

Dan akhirnya cangkir kopi itu mendadak terlepas dari genggamanku. Memecahkan kemesraan yang kuharap hanya menjadi miliknya dan aku. Memecahkan romantisme yang kini dirajut olehnya dan ayahku.

Iya. Aku cemburu.

Aku cemburu melihat ayahku bercumbu dengan kekasihku. Kekasih yang seharusnya sejak dua bulan yang lalu kupanggil Ibu.

***

Kalabahi – Alor – NTT
March 5th 2013

  1. wow, ternyata dia mencintai ibunya..
    menarik sekali.. apalagi untaian kalimatnya🙂
    terima kasih sudah ikutan. jangan lupa ikut juga minggu depan🙂

    -mimin http://www.beranicerita.com-

  2. as usual, chil…

    akhir ceritamu selalu mengharu biru tapi menyentuh :’)

    good job, girl!

  3. Bagus banget… Aku suka deh bacanya

    • roby
    • March 6th, 2013

    luna itu cewek kan? jadi…ibu..??

    • Luna cewek ^^
      Jadi… Ibu…?

      hehehe
      Makasih sudah mampir :’)

  4. Anglenya centil. Bahasanya simpel. Salam hujan yang hangat.😉

    • Centil yah xD
      Makasih sudah baca, Mas Tofik ^^

      • Tulisan bagus layak dibaca😉.

      • I am flattered :’)

      • 🙂.. Kalo sempat, coba main2 aja ke premancentil.wordpress.com. Ada preman, tapi centil, hahaha

      • Wah, isinya benar2 centil😉

  5. dari awal bikin pikiran saya nebak2 siapa si kekasih, eh ternyata tebakan saya salah😀

  6. hmm jadi luna itu cowok pa cewek? hmmm garuk2 punggung

  7. flash-fiction yang berhasil… terima kasih sudah berbagi…
    Terus semangat berkarya!😀

  8. yg genit anak apa ibunya yah?
    selamatttt
    menang nih ceritanya😀

    • Sama2 genit x))
      Akhirnya, ada juga cerita yg menang :’)
      makasih sudah mampir ^^

  9. diksinya keren mbak, sukaa..
    melemparkan pertanyaan-pertanyan tetapi memikat pembaca..
    dan dueerr…
    ending yang tak terduga…

  10. bagus banget euy… sampai baca berulang-ulang deh….

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: