I Won’t Give Up

When I look into your eyes
It’s like watching the night sky
Or a beautiful sunrise

Seperti biasa, aku bangun sebelum adzan shubuh berkumandang. Kuisi bak mandi dengan air. Kusiapkan bahan makanan yang mudah untuk dimasak. Pagi ini, rebusan daun singkong, ikan laut goreng dan sambal tomat.

Setelah mandi, kubangunkan istriku yang tidur dengan hati-hati. Kubelai rambutnya yang berantakan. Kecup pipinya yang ranum dan menggemaskan, “Sayang, bangun. Ayo sholat shubuh dulu.”

Ia mengerjap-ngerjapkan mata yang selalu menjadi oase di antara kelelahanku. Ia memandangku dengan mata yang menjadi cerminan kebahagiaan tanpa jeda. Sambil tersenyum ia berkata, “Selamat pagi, Suamiku.”

Segera kusodorkan sebuah baskom besar berisi air bersih untuk digunakannya berwudhu. Lalu kusiram kakinya sebagai penuntas. Dan dalam kesyahduan pagi, kami sholat shubuh berjamaah.

Kuselesaikan kegiatan masakku, menyajikannya di atas meja dan kami sarapan bersama. Sesekali aku memandangnya, memastikan bahwa ia menghabiskan seluruh isi di piringnya. Kubersihkan ujung bibirnya yang belepotan. “Terima kasih,” katanya.

Dadaku sesak. Ada perasaan yang terguncang setiap ia mengucapkan dua kata itu. Aku tidak mau ia mengucapkannya terlalu sering. Itu tidak perlu. Sangat tidak perlu.

Jam setengah tujuh pagi. Setelah membantunya membersihkan diri, aku siap berangkat bekerja. Kutuntun kursi rodanya ke teras. Kuserahkan tubuhnya kepada sang matahari agar sudi membagi hangat serta semangatnya.

Dengan kasih dan cinta yang tak pernah berkurang, kukecup bibirnya, “Aku berangkat dulu, ya. Sebentar lagi, Mbok Sumi datang untuk menemani Adinda.”

“Iya, Mas. Maaf…” jawabnya. Ada suara yang bergetar di sana. Suara yang selalu kudengar setelah tubuhnya lumpuh karena kecelakaan lalu lintas setahun lalu. Suara tanpa harapan. Suara yang hanya menyisakan penyesalan dan rasa bersalah.

Jangan meminta maaf, Istriku. Bahkan aku tidak mengutuk Tuhan atas apa yang terjadi padamu. Pada kita.

Ini hanya ujian. Dan aku memastikan, bahwa kita akan lulus dengan nilai sempurna.

Well, I won’t give up on us
God knows I’m tough enough
We’ve got a lot to learn
God knows we’re worth it

***

I Won’t Give Up – Jason Mraz
Kalabahi – Alor – NTT
February 16th 2013

  1. suami yang baik🙂

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: