Cut!

image

“Aku mau putus.”

Kata-kata itu terlontar begitu sempurna dari bibirnya. Seperti anak kecil yang meluncur di papan perosotan dengan sorak bahagia. Wajahnya tidak menunjukkan sesal atau kesedihan.

Detik pertama kudengar tiga kata itu darinya, aku merasa bagai melayang di luar angkasa. Hampa.

“Kenapa?”

“Jangan tanya alasannya. Selama ini aku tidak pernah meminta apapun darimu. Kali ini, aku hanya minta putus.”

Hanya. Dia bilang hanya.

Tidak tahukah dia bahwa hari-hariku hanya bercerita tentangnya? Tidak sadarkah dia bahwa wajahnya selalu bergentayangan di setiap mimpi, doa dan harapan?

“Aku sudah mengatakan apa yang perlu kukatakan. Aku pergi dulu. Maaf, siang ini aku tidak bisa mencicipi masakanmu.”

Di balik punggungku, kudengar langkahnya menjauh. Tanganku gemetar. Dapur ini terasa berputar. Pisau daging yang kugenggam hampir saja melukai tangan. Bukan. Mungkin bukan tanganku yang terluka. Tapi di dalam dada, ada hati yang tercabik-cabik. Karena sebelum hari ini, aku tahu, cintanya telah lama menjauh dariku.

“Rama …” panggilku.

Langkahnya terhenti. Lalu kami sama-sama saling memandangi. Ia memandangku tanpa hati. Aku memandangnya dengan sakit di hati.

Aku mendekat padanya. Berusaha tersenyum layaknya perempuan yang tidak rela kerapuhannya tertumpah meski telah dicampakkan dengan begitu mudahnya, “Apakah pernah ada yang mengatakan padamu bahwa kecemburuan perempuan bisa menjadi sangat menakutkan?”

Rama bingung dengan pertanyaan yang kuberikan. Aku menikmati denyut yang terlihat di lehernya. Kupeluk tubuhnya yang menegang sebagai ucapan perpisahan, “Jika kamu begitu menginginkan putus, tentu sekarang akan kuberikan.”

Tanganku terayun, bersama sebilah pisau daging yang kugenggam. Sisi tajamnya membelah pembuluh karotis lelaki sialan itu dengan sempurna.

Kamu telah mendapatkan apa yang kau inginkan, Rama. Putus. Sama seperti jalinan rindu yang terurai ketika pertama kali kau memutuskan untuk menduakanku, dengan sahabatku sendiri.

***

Soe – Timor Tengah Selatan – NTT
January 25th 2013

  1. wew bikin kaget.
    cemburu itu menakutkan..

  2. Mamak.. ngeri beneeer… Etapi gambarnya ngasih spoiler tuh nampaknya.. *IMHO🙂

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: