Tunggu Di Situ, Aku Sedang Menujumu

Kulajukan mobil dengan kecepatan biasa. Mataku nyalang mencari keberadaan polisi. Dan setelah memastikan bahwa kondisi jalan ini aman, segera kutekan tombol panggilan cepat.

“Halo … Sayang, udah selesai di salonnya? Kujemput sekarang ya.”

Terdengar suara manja dari seberang sana, “Iyaaa. Aku udah cantik, nih. Jemputnya nggak usah pake lama!”

“Ahahaha, iya, Nyah. Sepuluh menit lagi sampe. Tunggu ya,” jawabku sambil tertawa ringan.

“Iyaaah. Hati-hati di jalan, Sayang.”

Lalu sambungan telepon terputus setelah kami berdua bertukar kecupan lewat telepon genggam.

Senyumku tidak bisa berhenti mengambang. Mungkin terdampar di bibirku hingga beberapa lama. Khayalan terbinal tak berhenti berlalu lalang.

Sudah kubayangkan pergumulan paling liar bersamanya. Mungkin untuk hari ini dan beberapa hari seterusnya.

Nah, itu dia. Sangat cantik dalam balutan minidress selutut bermotif bunga-bunga. Make up-nya tampak sempurna. Pasti perlu waktu sangat lama untuk membuatnya. Tapi hanya butuh beberapa menit bagiku untuk menghancurkannya.

Kuhentikan mobil tepat di depannya. Tanpa perlu basa-basi, ia langsung melompat ke bangku di sebelahku, “Cepet amat, Yang?”

“Katanya tadi nggak pake lamaaa,” jawabku sambil melajukan kembali mobil ini. Hidungku menangkap wangi sensual. Ah, parfum kekasihku ini memang selalu menggoda.

“Hehehe iya iya … Kita makan dulu yah. Laper,” ujarnya sambil bergelayut di lengan kiriku.

Aku mencubit hidungnya dengan gemas, “Iya, Nyaaah …”

Tiba-tiba ia menepuk lenganku dengan keras. Wajahnya cemberut dan bagiku, itu sangat menggemaskan, “Iiih, apaan sih manggil ‘Nyah’ gitu? Kalo nggak ada suamiku gini, kamu itu bukan sopir!”

“Iyaaa, maaf, Sayaaang …” rayuku sambil menggenggam tangannya. Aku tahu ia tidak benar-benar marah. Lihat saja. Dalam beberapa detik kemudian, ia sudah melayangkan senyum manjanya lagi padaku.

“Ehm …yakin Mas Dito nggak akan ngganggu kita?” tanyanya sambil memilin-milin rambut.

Aku mengangguk dan tersenyum, “Tenang aja. Dapat dipastikan, liburan kita kali ini nggak akan terganggu oleh kedatangan Tuan yang tiba-tiba. Eh, aku sudah bilang kan kalo suamimu juga sedang berlibur dengan istri simpanannya?”

Kekasihku bersorak bahagia. Bahkan ia mendaratkan ciuman di pipiku. Tampaknya, beberapa hari ini akan menjadi hari bercinta yang cukup panjang.

***

Soe – Timor Tengah Selatan – NTT
January 24th 2013

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: