[BeraniCerita #03] Jangan Kemana-mana, Di Hatiku Saja.

Aku mengenakan kemeja dengan terburu-buru. Hampir saja aku tersandung ketika memasukkan kedua kaki ke dalam lubang celana yang sama. Dengan serampangan, kurapikan rambut dengan jari-jari tangan. Ah, tetap saja berantakan.

Dan ponselku tidak berhenti berdering. Pasti panggilan rapat yang sepertinya sudah dimulai setengah jam yang lalu. Sial! Aku harus segera kembali ke kantor!

“Yang, aku pergi dulu ya. Maaf buru-buru gini. Besok, pas jam makan siang, aku ke sini lagi.”

Kupandangi perempuanku itu. Wajahnya kaku. Dingin. Tidak menunjukkan ekspresi apa-apa. Ah, rupanya dia marah.

Aku berjalan mendekat, mengelus pipinya yang seputih pualam dan mengecup bibirnya yang belum mau tersenyum, “Aku sih maunya nggak jauh-jauh dari kamu. Tapi aku kerja untuk masa depan kita juga, kan.”

Dia tetap bergeming. Kuhela napas panjang. Kepalaku pening memikirkan cara agar ia berhenti merajuk. Ya sudahlah, besok siang akan kubawakan sebuah hadiah istimewa. Baju atau perhiasan. Semua perempuan suka baju dan perhiasan.

Dengan gontai aku melangkah menuju pintu. Lalu berhenti sejenak dan memandang wajah perempuanku sekali lagi. Tapi dia belum mau berpaling, untuk sekedar mengucapkan selamat jalan atau hati-hati. Satu bagian di hatiku terasa pedih. Entah kapan ia akan mengerti bahwa waktuku bukan untuknya saja

Aku keluar kamar dan mempercepat langkah. Lupakan dulu masalah perempuanku. Harapanku siang ini hanya satu. Mudah-mudahan keterlambatanku menghadiri rapat tidak memberi banyak masalah pada karirku.

Tiba-tiba seorang perempuan mencegatku. Perempuan pendek dengan seragam pelayan dan riasan wajah yang tebal. Wajahnya dipenuhi senyum canggung.

“Ada apa, Mbak?” tanyaku.

“Maaf, Mas. Tolong manekin yang tadi dipinjam ke kamar pas dikembalikan dulu.”

***

Soe – Timor Tengah Selatan – NTT
January 23rd 2013

  1. hayyah😀

    keren mba🙂

  2. Sangat tidak biasa, idenya unik *jempol*
    Keep writing ya noichil😉

  3. Benar2 ngetwist endingnya😉

  4. Kereenn..😀

  5. Suerrr… kereeennn….. *angkat jempol*

    • veeashardi
    • March 15th, 2013

    Hihihihi…. Pasti ribet bawa manekin keruang ganti gt🙂. Unik banget😀

  6. ya ampyun, dah berobatkah dia mba? kasihan ya? top banget euy

    • Masih belum ditentukan tokohnya ini nerosa atau psikosa… *mumet*
      makasih sudah mampir ya ^^

  7. Jiaaaah hahaha…..

  8. huwakakakak pacaran sama manekin😀

  9. kereen mbak ceritanya…🙂

    btw, mbak ini temennya mbak Elly Kusnadi bukan? hihi

    • Tengkyu, Mbak Ayu…
      Iyaaa, Elly temen sejak kuliah :’)
      Mbak Ayu juga kenal Elly yah?

      • iya saya satu kantor sama mbak Elly, kebetulan pernah lihat usernya mbak noichil di instagramnya mbak Elly, jadi menebak deh..
        salam kenal mbak🙂

      • Dulu saya satu kos sama Elly dan sering main-main bareng ^^
        Salam kenal yaaa…

  10. maniac twister!!! keren banget!!! ^_^

    • Tengkyu sudah mampir, mbak eksak ^^
      cerita mumun dan doninya juga lucu banget loh x))

  11. aish..!!! ternyata manekin.. pantesan ajah nggak mau noleh-noleh :))
    good story,

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: