Menanti Lamaran

Tiga hari lalu, pria itu datang. Pria dengan wajah teduh, senyum yang hangat, dan mata yang memberikan perlindungan dan rasa percaya.

Jantungku berdebar kencang seperti kuda pacu. Ia telah berjanji akan datang ke rumah. Melamarku secara khusus kepada seluruh keluarga. Sore ini, aku akan dipinangnya.

Tubuhku telah bersih dan wangi. Kukenakan baju terbaik yang kupunya serta sepasang sepatuku satu-satunya.

Pukul 15:37, pria karismatik itu datang. Dengan kalimat bijaksana, ia meyakinkanku dan keluargaku, bahwa kedatangannya adalah awal dari bahagia yang sesungguhnya.

Tak pernah aku segugup ini. Ada detak berirama yang baru ia letakkan ke balik kemejaku. Ia memelukku dan berbisik, “Pergilah ke tempat yang disepakati, Hasyim. Dan nikmati pernikahanmu, wahai Calon Pengantin.”

***

Kalabahi – Alor – NTT
January 20th 2013

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: