Sekotak Tisu Dan Dua Cangkir Yang Mengepul

lovenever

Selamat pagi. Saya tidak tahu apakah saat ini engkau juga sedang menikmati pagi. Atau sudah menjalani siang. Atau justru mencumbui malam. Karena surat ini saya siapkan kepada siapapun engkau yang nantinya menua bersama saya.

Ada satu hal penting yang harus saya sampaikan. Tentang sesuatu yang akan kau dapati ketika memutuskan untuk memilih saya sebagai seseorang yang beruntung karena mendapat ucapan selamat pagimu setiap hari. Sesuatu yang harus engkau tahu dan pahami. Bahwa di setiap pagi yang berembun dan dingin, akan ada hujan suara dari mulut saya yang mungkin tidak nyaman untuk kau dengarkan. Lengkap dengan berlembar-lembar tisu yang berserakan.

Tidak. Saya tidak membicarakan tentang omelan pagi dan saliva yang berhamburan ke mana-mana. Ini tentang keabnormalan sistem vasomotor di hidung saya yang telah saya bawa sejak ibu mertuamu melahirkan saya ke dunia ini. Perlu kau tahu, bahwa hal ini membuat saya tidak toleran terhadap perubahan suhu yang terlalu dingin. Well, sebenarnya ini juga cara lain dari tubuh saya yang juga menolak sikap dinginmu jika suatu saat kita berselisih.

Hal lain yang bisa membuat saya bersin tanpa henti adalah reaksi sistem imun di dalam tubuh yang berlebihan. Biasanya sih terhadap debu. Dan kondisi tubuh saya yang seperti ini juga diwariskan oleh mertuamu ketika menghadirkan saya ke dunia ini. Tapi yang perlu kau tahu juga adalah bahwa kadang-kadang, alergi ini juga menyebabkanku merespon segala sesuatu secara berlebihan. Terutama yang mengancam hidup saya. Seperti rasa cemburu.

Biasanya, orang-orang yang mendengar saya bersin tanpa henti akan bereaksi begini. Mereka panik dan menyuruh saya segera ke dokter spesialis THT untuk memeriksakan diri. Engkau sudah pasti tahu bahwa hal itu tidak ada gunanya bukan? Berobat untuk hal yang saya bawa sejak lahir tidak akan membantu menyembuhkan. Saya hanya tidak mau uang tabungan kita dihamburkan untuk hal yang sia-sia. Kita masih harus mencicil rumah impian, kendaraan yang cukup untuk kita dan dua atau tiga anak yang manis dan lucu, bulan madu kita yang kedua, ketiga dan seterusnya, serta dana khusus untuk buah hati kita hingga mereka menjadi profesor.

Yang perlu engkau lakukan adalah berikan saya sebuah pelukan hangat, sebuah kotak tisu dan dua cangkir teh atau kopi yang asapnya mengepul dan bisa kita nikmati berdua. Tiga hal itu saja, sudah bisa membantu saya memulai hari yang indah dan sempurna.

Terima kasih telah meluangkan waktu membaca surat ini. Dan semoga hatimu juga lebih luang menerima saya dan rhinitis alergi-vasomotorika ini apa adanya. Sebagaimana saya menerimamu dan kekuranganmu sebagai pelengkap hidup saya. Peluk dan kecup untukmu.

***

Moru ā€“ Alor ā€“ NTT
January 16th 2013

    • hanifah
    • January 16th, 2013

    Wes keentek’an tisue tah noy :p

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: