Cuti Sakit Hati

boy-and-girl-heart-love-puzzle-Favim.com-414083

Jam tiga pagi. Ruangan unit gawat darurat sudah mulai sepi. Satu per satu, pasien dengan kondisi stabil sudah dipindah ke ruang rawat inap. Di depanku masih ada satu perempuan yang sedang dinebul karena serangan asma. Satu lagi seorang remaja pria yang mengalami luka robek di dahi.

It’s a wrap! Jahitannya jangan kena air. Obatnya diminum. Kompres daerah sekitar luka dengan es. Dan jangan lupa kontrol ke poli tiga hari lagi,” ujar Atma pada pasien remaja itu sambil membereskan alat hechting bekas pakai.

Setelah mencuci tangan, menulis di status pasien dan menyerahkannya pada perawat, Atma bergabung denganku di meja bundar, tempat dokter dan perawat jaga biasa berkumpul.

“Haaah … Dasar abege. Baru bisa naik motor aja udah berani ngebut. Yang ada malah benjut!” Atma mengomel dan mencibir. Ia mencomot kue nastar dari toples di depan kami.

“Halah … Kaya kamu nggak doyan ngebut aja!” kataku sambil memukul bahunya dengan buku besar berisi laporan jaga. Refleks dia menjauhkan diri dariku dan tertawa.

“Ahahaha tapi aku kan bukan pengendara motor amatir. Udah pengalaman, Vit. Pengalaman!” katanya.

Sak karepmu.”

Kuabaikan Atma dan kulanjutkan menulis laporan jaga malam ini. Malam minggu memang bukan saat yang tepat untuk jaga malam. Karena kejadian angka kecelakaan lalu lintas cenderung lebih tinggi dibanding hari biasa. Entah apa yang menyebabkannya. Mungkin semua orang begitu bernafsu menghabiskan malam minggu. Padahal untuk malam yang katanya panjang, menurutku, seseorang tak perlu terburu-buru.

“Vit … denger-denger udah ngajuin cuti, ya?” tanya Atma.

Sejenak tanganku berhenti bergerak. Mataku berhenti pada satu titik. Dan tubuhku berhenti bernapas.

“Iya.”

“Cuti seminggu, ya?” tanyanya lagi. Dan kali ini kujawab hanya dengan anggukan ringan.

“Cuti buat apa, Vit?” tanyanya lagi.

“Liburan. Puas? Ya kalo udah tau semua ngapain pake nanya sih, Ma?”

Akhirnya kekesalanku meluap juga. Dalam hati aku merutuk dan memaki Atma yang sok ingin tahu. Tapi kekesalan terbesar adalah diingatkan tentang alasanku mengajukan cuti.

“Eh … Maaf, Vit. Nggak ada maksud ikut campur atau sok ingin tahu. I am sorry to hear … you know … your engagement cancellation,” ujarnya dengan suara lirih yang penuh rasa bersalah.

Aku merasa, saat ini, Atma memandangiku. Dan terus terang, aku tidak tahu harus memutuskan untuk bersikap bagaimana.

“Untungnya aku tau Arya itu laki-laki seperti apa sebelum terlanjur nikah, Ma,” jawabku setelah memastikan bahwa tidak ada yang mendengar percakapan kami.

Aku tidak bisa berbohong pada Atma. Dia adalah sahabatku sejak awal kuliah hingga kini kami terdampar sebagai dokter jaga UGD di rumah sakit yang sama. Tapi untuk urusan percintaan, kami tidak pernah mengintervensi satu sama lain. Dan aku adalah tipe orang yang tertutup untk masalah ini. Bahkan aku enggan membaginya atau sekedar berkeluh kesah pada sahabat sendiri.

Namun malam ini, rasanya aku memilih untuk berbagi beban dengannya. Aku tidak tahu apakah hal ini bisa membantu perasaanku yang remuk. Tapi ada sesuatu yang terasa lebih ringan setiap kali membicarakan kebusukan Arya. Setidaknya aku menganggapnya sebagai terapi untuk mempercepat pemulihan jiwa.

“Bener, Vit. Mending nyesel sekarang daripada nanti pas kalian udah nikah. Ngenes banget kalo suamimu selingkuh. Trus selingkuhannya pake acara hamil pula. Beuh!”

“Dasar kampret! Udah tau semuanya pake sok-sok nanya! Hih… Monster kepo banget sih,” omelku sambil menghantamkan buku laporan jaga berkali-kali ke pundaknya.

“Iya iya. Ampun, Dokter Vita. Semoga cuti liburanmu berhasil membenahi hatimu yang terlanjur hancur berkeping-keping.”

Udelmu bodong!”

“Ahahaha … O iya, kamu tau nggak? I’m an expert on solving puzzle.”

***

Moru – Alor – NTT
January 15th 2013

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: