Pi Tapaleuk Ke Alor (Bagian Pertama)

Sudah hampir sepuluh bulan hidup dan main-main (sambil bekerja) di Alor, sepertinya saya belum pernah menuliskan tentang Alor dan semua hal tentang Alor. Karena saya sedang menganggur, maka saya akan memberikan info-info yang BERMANFAAT jika pembaca terdampar di Alor (perhatikan kata bermanfaat).

Baiklah. Mari disimak.

Alor adalah sebuah kepulauan di propinsi Nusa Tenggara Timur. Ayo semua melihat peta.

[menunggu pembaca mencari peta NTT]

[…]

LAMA!

Nih! [yaelah… dari awal aje kali, Chil!]

image

Kepulauan Alor terdiri dari dua pulau besar, yaitu Alor dan Pantar; serta beberapa pulau kecil. Bentuk pulau Alor cukup unik. Seperti kucing berekor pendek.

Untuk menuju Alor, pertama, harus sampai ke Kupang dulu. Penerbangan dari Jakarta atau Surabaya sudah cukup banyak. Garuda, Batavia, Sriwijaya, Lion Air. Harga bervariasi, mulai dari Rp 600.000,00 hingga sejuta lebih.

Dari Kupang – Alor, bisa menggunakan jalur udara dan jalur laut. Untuk jalur udara, Kupang – Alor ditempuh dalam waktu 45 menit. Bandara Alor bernama Mali. Dari Kupang – Alor, terdapat dua penerbangan, Merpati dan TransNusa. Harga tiket rata-rata Rp 360.000,00 (kadang-kadang ada promo juga). Untuk tiket Merpati bisa dilihat di web. Tetapi untuk TransNusa, harus telepon ke kantornya untuk mengetahui harga pasti tiket. Setiap hari ada penerbangan, tetapi hanya dua jadwal penerbangan, Merpati dan TransNusa.

Untuk jalur laut, bisa menggunakan jasa kapal Sirimau. Tiket Rp 100.000,00 dengan waktu perjalanan sekitar 12 jam. Transportasi kapal tidak tersedia setiap hari. Kalo ndak salah seminggu sekali.

Kota di Alor adalah Kalabahi. Jangan bayangkan kota di sini sama seperti kota lainnya. Tapi juga jangan terlalu lebay membayangkan keprimitifan Alor. Kalo di Jawa, mungkin Kalabahi ini hampir sama seperti Wlingi. Eh… Mending Wlingi sih.

Iklim di Alor panas. Pernah dingin pas Ramadhan kemaren (alhamdulillah…). Tapi selanjutnya ya kaya lagi kencan sama matahari trus diputusin. Panas. Jadi kalo ke sini, lihat dulu bulan apa. Tapi mending yang tipis dan menyerap keringat. Dan jangan lupa sunblock ya (menatap miris pantulan diri yang menghitam di cermin).

Transportasi di Alor ada dua macam (kecuali kendaraan pribadi), yaitu ojek dan oto (semacam angkot) (sebutan mobil di NTT adalah oto). Oto ada dua macam, warna merah dan warna biru. Warna merah beroperasi di dalam Kalabahi kota dan sekitarnya. Sedangkan oto warna biru untuk antar kecamatan. Jurusan Bukapiting, Moru, Mebung, Kokar, dan sebagainya (iya saya lupa. Maklumi aja.). Oto merah bertarif Rp 2.000,00. Sedangkan oto biru tarifnya bervariasi, tergantung jauh dekatnya tujuan. Untuk ke Bukapiting Rp 10.000,00. Untuk ke Moru Rp 3.000,00. Jangan kaget dengan dekorasi dan sound system oto Alor yang cetar membahana. Ya pokoknya jangan kaget.

image

Ojek di Alor ndak ada pangkalannya. Cluenya adalah asalkan ada pengendara motor yang sendirian dan membawa satu helm tambahan, stop aja. Dia bisa menjadi ojek dadakan. Tarif biasanya Rp 3.000,00. Tapi kalo dekat, dibayar seceng juga mau kok. Ahahahaks.

Untuk kota, listrik sudah menyala selama 24 jam, sinyal 3G hingga HSDPA, air lancar. Sedangkan untuk kecamatan lain, tidak seberuntung kota. Sinyal rata-rata bisa EDGE, kecuali daerah perbatasan seperti Maritaing, Padang Alang, Mademang, atau Lawahing. Untuk listrik, ada beberapa tempat yang fasilitas listriknya menyala selama 12 jam, ada yang 6 jam, ada yang hanya 4 jam. Akhir-akhir ini sudah diusahakan bisa 24 jam sih. Tetapi daya di Alor sepertinya belum cukup, jadi sering padam juga *sigh*.

Untuk komunikasi, gunakan Telkomsel. Dulu pernah ada Indosat. Tapi sejak Oktober tanggal 16, sinyal Indosat kepret (di sini drama dimulai). Air, biasanya menggunakan air ledeng. Jadi kalo hujan, airnya kuning sampai cokelat.

Pertokoan melimpah, dan tutup setelah jam delapan malam. Hari minggu, sebagian besar toko tutup hingga sore hari. Untuk harga, ya… memang jauh lebih mahal daripada di Jawa. Tetapi untuk kebutuhan sehari-hari ndak sampe kesusahan lah ya. Toko elektronik juga ada. Dealer motor juga ada. Yang ndak ada cuma NAV, Happy Puppy, Pizza Hut, KFC, Hypermart, Giant, Ace Hardware, dan banyak lagi yang lainnya.

Yak. Segini dulu deskripsi tentang Alor. Bisa dibayangkan Alor seperti apa? (kasih duit biar pada jawab ‘bisa’). Untuk episode selanjutnya, saya akan bercerita tentang tempat-tempat yang wajib dikunjungi. Ikuti terus postingan di blog ini. Dan tinggalkan jejakatamu di sini (dikepret jejakubikel).

***

Moru – Alor – NTT
Dec 27th 2012

    • eddy efendy
    • December 28th, 2012

    wahhh.,.,storynya bikin hang out k sana.,.,.

    • kokar
    • March 27th, 2013

    mantap, bapa… tapi bpa tda tulis harga penumpang jalur kokar ne yg berat.. pantey bota ju bpa lupa tu ky…

    …. ” an’chor aycabarth ” …. ” KOKAR ” ….

    • Terima kasih, Kaka Imanuel. Saya memang lupa tidak mencantumkan tarif oto ke kokar🙂
      O iya. Saya perempuan ^^

  1. >> sound system oto Alor yang cetar membahana <<
    haha. mungkin hampir semua daerah timur bgtu mbak, Gpplah latihan jantung buat emak2

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: