Meski Bumi Memanas

Wajahnya masam setiap kali aku membuang sampah sembarangan. Atau menggunakan tisu secara berlebihan. Atau ketika pendingin kamarku lupa dimatikan.

Perempuan yang dua minggu lagi menjadi istriku itu adalah aktivis go green. Dia selalu membawa kantong daur ulang sendiri. Bahkan tidak membiarkan kasir mencetak daftar belanjanya. Dengan alasan untuk mengurangi penggunaan kertas dan sebagainya.

Selama ini aku hanya tertawa melihat tingkahnya. Dan dia semakin gemas melihatku mengabaikan kata-katanya, “Kapan kamu mau peduli bahwa ketinggian air laut meningkat dengan cepat karena pemanasan global akibat ozon yang berlubang?”

Aku tersenyum dan menggenggam tangannya, “Untuk apa memusingkan lapisan ozon yang menipis dan berlubang jika aku terlalu panik memadamkan hati yang terbakar setiap kali kita berjumpa?”

***

Kalabahi – Alor – NTT
December 1st , 2012

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: