Jam Empat Sore

image

Dua pasang mata itu selalu bertemu di jam empat sore. Hanya beberapa detik. Atau menit. Tetapi bahagianya meletup-letup sempurna hingga jam empat sore esok hari.

Sudah beberapa bulan, sejak Ambar pindah mengikuti orang tuanya ke kota ini, kedua pandangan itu saling mengirimkan cinta. Selalu ada panas yang menjalar dari pipi hingga hati. Tidak ada yang tahu, dan biarkan saja begitu.

Dua pasang mata itu selalu bertemu di jam empat sore. Tidak ada kata, hanya senyum yang berbicara. Hingga akhirnya Bisma tidak tahan lagi.

Sore ini, untuk pertama kali, Bisma memanggil Ambar yang bermain lompat tali dengan teman-teman SDnya. Lelaki itu mengajak Ambar menikmati sepiring ubi dan langit senja. Bertiga. Dengan istrinya.

Moru ā€“ Alor ā€“ NTT
End of November, 2012

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: