Noise Induced Hearing Loss

Hana suka berjalan-jalan di taman. Sepuluh menit dari rumahnya yang langsung berhadapan dengan rel kereta api. Biasanya Hana duduk di tepi kolam, memandangi air mancur yang mengagumkan. Sesekali dia menjulurkan kepalanya, melihat bunga-bunga teratai yang indah. Senyumnya mengembang saat beberapa ekor ikan melintas dengan genitnya.

Hana melihat sekeliling. Ia mendapati anak laki-laki yang tampak kegirangan saat ayahnya meniup balon-balon sabun. Tangan kecilnya menggapai-gapai balon-balon sabun yang terbang ke udara, lalu tergelak hingga menyipit matanya.

Hana menengadahkan kepalanya, matanya tertutup. Ia mengingat suara-suara dan mencocokkannya dengan apa yang dilihatnya sore ini. Suara yang direnggut darinya sejak tiga tahun terakhir. Sejak pendengarannya menghilang karena ditempa polusi suara kereta api yang didengarnya setiap hari.

***

Kalabahi – Alor – NTT

November 24th 2012

[diposting di Cubiculum Notatum]

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: