7.352.611.894.735

Aku sudah bosan menunggu. Pohon mangga sudah berbuah jutaan kali. Semua rumah di tempat ini sudah kusinggahi. Bahkan bintangpun sudah kuhitung habis. Tujuh trilyun tiga ratus lima puluh dua milyar enam ratus sebelas juta delapan ratus sembilan puluh empat ribu tujuh ratus tiga puluh lima. Jika tidak percaya, silakan hitung sendiri. Tapi aku tetap tidak tahu sampai kapan harus menunggu.

Dadaku perih memandang lembar-lembar kalender yang memenuhi rumahku. Terlalu lama. Seharusnya ia sudah menyusulku.

Dulu ia membawaku kabur dari rumah. Pernikahan kami tidak disetujui ayahku. Kami sepakat menenggak racun. Aku mati lebih dulu, ratusan tahun yang lalu. Tapi sampai baju pengantinku sudah tidak putih lagi, lelakiku itu tidak juga datang padaku.

***

Kalabahi – Alor – NTT

November 24th 2012

[diposting di Cubiculum Notatum]

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: