Tunggu Saja

Aku sudah menunggunya lama sekali. Leherku pegal, tubuhku lelah, dan hatiku resah.

Berkali-kali aku mengonfirmasi apakah penerbangannya baik-baik saja. Perempuan tua di meja informasi itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Aku tidak mengerti untuk apa ia dibayar. Karena ia tidak bicara meski hanya sepatah kata.

Ini keterlaluan. Sudah terlalu lama. Aku kehabisan ide untuk membunuh bosan. Dan hatiku teriris melihat orang lain telah berpelukan dengan seseorang yang dinantinya.

Kembali aku bertanya pada si perempuan tua. Ia berkata, “Jangan banyak tanya. Tunggu saja.”

Kutengadahkan kepala, membaca papan informasi penerbangan. Air mataku merebak, dadaku sesak. Di samping namaku, terdapat tulisan DELAYED yang berkedip pelan. Sekali lagi, jodohku ditunda sampai pada waktu yang tidak bisa ditentukan.

***

Moru – Alor – NTT

November 27th 2012

[diposting di Cubiculum Notatum]

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: