Saat Listrik Dipadamkan

Aku sangat mencintai istriku. Dia perempuan paling cantik yang pernah kukenal. Wajahnya bulat menggemaskan. Bola matanya bening, memantulkan rindu setiap aku melihatnya. Dan bibirnya… Selalu menjadi bagian favorit bibirku.

Kami menikah tiga bulan lalu. Kawin lari tepatnya. Bukan. Bukan karena dia hamil sebelum kami menikah. Tapi aku takut keluarganya tidak setuju. Itu saja.

Aku memintanya berhenti bekerja agar aku selalu punya alasan untuk pulang. Dan agar aku tidak disiksa cemburu pada teman-teman sekantornya. Ya, aku seposesif itu.

Lihat. Betapa aku mencintai istriku begitu dalam. Cukup dia memahami bagaimana caraku memujanya. Dia tidak perlu tahu foto-foto saat aku masih berpayudara. Dan dia tidak perlu tahu kenapa listrik selalu kupadamkan saat kami bercinta.

***

Di Atas Kapal Bintang Diana Express, Baranusa – Kalabahi

November 20th 2012

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: